Jumat, 10 April 2026

Berita Lamongan

Kasus Positif Covid-19 di Sidodowo Lamongan Terkendali, Tapi Korban Meninggal Bertambah

Kasus positif Covid-19 di Desa Sidodowo, Kecamatan Moda, Kabupaten Lamongan sudah mulai terkendali, namun jumlah korbannya bertambah.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Upaya menekan penyebaran Covid-19 di Lamongan, petugas menyemprotkan disinfektan di lingkungan desa. 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Kasus positif Covid-19 di Desa Sidodowo, Kecamatan Moda, Kabupaten Lamongan sudah mulai terkendali, namun jumlah korbannya bertambah.

Terbaru, korban meninggal terkait dengan Covid-19 di Desa Sidodowo bertambah dari 12 orang, menjadi 13 orang.

Kabag Prokopim Pemkab Lamongan, Arif Bachtiar mengungkapkan, kasus Covid-19 di Desa Sidodowo hingga saat ini mulai landai. Terkendalinya penyebaran Covid-19 di desa itu, lantaran tim Satgas bersama masyarakat menggencarkan 3T untuk melokalisir penyebaran. Di antaranya, melakukan testing, tracing dan treatment Covid-19 selain dengan melakukan mikro lockdown di tingkat desa.

"Kasus di Desa Sidodowo masih terkendali dengan tetap menggencarkan 3T untuk melokalisir penyebaran. Selain micro lockdown tingkat desa," kata Arif Bachtiar saat dikonfirmasi, Senin (14/6/2021).

Dikatakan Arif, data yang ia terima, jumlah korban meninggal bertambah dari 12 menjadi 13 orang. Tambahan 1 korban dari swab PCR yang positif.

Total tracing yang dites, menurut Arif, sebanyak 798 warga dengan total kasus akumulasi PCR dan reaktif swab antigen sebanyak 263 orang.

Prosentase positif dibandingkan dengan yang dites 30 persen, jauh menurun ketika awal kasus yang mencapai 80 persen.

"Total tracing yang dites 798 warga, total kasus akumulasi PCR dan reaktif swab antigen 263. Prosentase positif dibanding yang dites 30 persen, jauh menurun ketika awal kasus yang mencapai 80 persen," ungkapnya.

Terkait kasus Covid-19 pekerja asal Madura yang terjadi di Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Arif mengakui, jika ada 14 warga Desa Bulumargi dengan status reaktif dari tes rapid antigen sepulang dari bekerja Madura.

Dari 14 warga ini, lanjut Arif, 2 di antaranya adalah kasus lama, bukan dari pendatang. Semuanya sekarang dirawat di rumah sakit lapangan (RSL) Karangkembang Babat.

"Ya, ada rencana dilanjutkan IMR tapi masih menunggu kelayakan rumah isolasi," katanya.

Arif berharap, masyarakat Lamongan untuk tetap mentaati 3M. Ini cara yang paling bisa diharapkan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved