Breaking News:

Berita Sidoarjo

Puluhan Milenial Sidoarjo ke Kampung Edukasi Sampah, Rangkaian Pemilihan Duta Pemuda Lingkungan

Puluhan milenial tergabung dalam Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih Kabupaten Sidoarjo mengunjungi Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto:kampung edukasi sampah Sidoarjo
PEPELINGASIH di kampung edukasi sampah Sidoarjo, dalam rangkaian kegiatan Pemilihan Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih Kabupaten Sidoarjo, Minggu (13/6/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan milenial tergabung dalam Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (PEPELINGASIH) Kabupaten Sidoarjo mengunjungi Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo, Minggu (13/6/2021).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan Green Class dan Green Festival kegiatan pemilihan Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih Kabupaten Sidoarjo.

Edi Priyanto, Pegiat Lingkungan Kampung Edukasi Sampah, menyambut baik dan mengapresiasi atas kegiatan para milenial yang turut peduli terhadap permasalahan pengelolaan lingkungan.

"Peran generasi muda sangat dibutuhkan untuk mengkampanyekan gerakan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga," ungkap Edi.

Pemilahan dan pengolahan sampah yang dilakukan mulai dari rumah tangga tersebut akan efektif dalam pengurangan volume sampah yang dibuang oleh masyarakat.

 "Setidaknya 75 persen volume sampah akan bisa terkurangi," tambahnya.

Edi berharap mereka nantinya bisa menjadi duta dan kader lingkungan di wilayahnya masing-masing untuk turut serta mendorong dan mengkampanyekan program pemilahan dan pengolahan sampah ini mulai dari keluarga, tentunya harus mengajak serta peran RT dan RWnya.

Dalam kunjungan di Kampung Edukasi Sampah mereka dibagi dalam beberapa kelompok, selanjutnya diberikan edukasi praktis tentang cara pengolahan sampah menggunakan komposter Takakura dan Aerob, Manajemen Bank Sampah, Pembuatan Pupuk Cair Organik, Budidaya Hidroponik dan pemanfaatan tanaman obat keluarga.

Dalam kesempatan yang sama, Edi juga menyampaikan bahwa saat ini Kampung Edukasi Sampah tengah melakukan inovasi pemanfaatan sumber daya alam, yakni pemanfaatan tenaga surya yang digunakan sebagai tenaga listrik.

"Pemasangan panel tenaga surya telah dilakukan diatas ruang kreatif, dengan mekanisme kerja disimpan dalam batere, yang mampu menghasilkan 1.000 watt," jelas Edi.

Daya listrik dari tenaga surya tersebut mampu dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa hidroponik, lampu ultra violet (UV) untuk percepatan pertumbuhan tanaman serta lampu penerangan jalan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved