Rabu, 22 April 2026

Virus Corona di Surabaya

Update Virus Corona di Surabaya 10 Juni Naik 32 dan 71 Pasien Covid-19 Klaster Bangkalan Dirujuk

Berikut update virus corona di Surabaya hari ini, Kamis (10/6/2021), kasus Covid-19 di Kota Surabaya naik 32.

infocovid19.jatimprov.go.id
Update Virus Corona di Surabaya 10 Juni Naik 32 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Iksan Fauzi

SURYA.co.id - Berikut update virus corona di Surabaya hari ini, Kamis (10/6/2021), kasus Covid-19 di Kota Surabaya naik 32.

Sementara itu, 71 pasien Covid-19 dari klaster Bangkalan sudah dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

Melansir dari data di laman nfocovid19.jatimprov.go.id, tercatat Jawa Timur mengalami kenaikan sebanyak 425 kasus.

32 kasus di antaranya berasal dari Kota Surabaya.

Sementara itu, ada juga kabar baik dari pasien yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Update Virus Corona di Surabaya 10 Juni Naik 32
Update Virus Corona di Surabaya 10 Juni Naik 32 (infocovid19.jatimprov.go.id)

Sebanyak 248 pasien telah dinyatakan sembuh, 26 pasien dari Surabaya.

Berikut update terbaru virus corona di Surabaya dan Jatim selengkapnya.

Update Virus Corona di Surabaya

- Konfirmasi : 24336 (+32)
- Aktif : 158
- Sembuh : 22802 (+26)
- Meninggal : 1376

Update Virus Corona di Jatim

- Konfirmasi : 157842 (+425)
- Aktif : 2286 (141)
- Sembuh : 143867 (+248)
- Meninggal : 11689 (+36)

71 Pasien Covid-19 Klaster Bangkalan Dirujuk ke RSLI

Sebanyak 71 pasien Covid-19 dari klaster Bangkalan hingga Kamis (10/6/2021) ini, sudah dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

Mereka kebanyakan adalah pasien yang terjaring hasil tes swab di Jembatana Suramadu.

"Total sudah ada 229 pasien Covid-19 di sini," kata Ketua Relawan RSLI Radian Jadid.

Jumlah pasien ini terus merangkak naik. Tadi malam baru 212 pasien. Hingga siang ini bertambah 17 orang yang dirujuk.

Sementara kapasitas bed di RSLI 399 bed, ketersediaan bed masih mencukupi.

Dengan jumlah pasien sudah mencapai 229 pasien ini tergolong meningkat tajam. Peningkatan ini berkaitan dengan klaster Bangkalan.

Dari 229 pasien tersebut, sebanyak 71 adalah pasien asal klaster Bangkalan.

Selebihnya 86 pasien pasca perjalanan luar negeri atau kebanyakan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sisanya 72 pasien mandiri.

Mulai menangani pasien Covid-19 pada April 2020, RSLI sudah merawat 7.667 orang pasien Covid-19. Rinciannya, pasie laki-laki 4.560 orang dan pasien perempuan 3.107 orang.

Total pasien yang sudah sembuh 7.142 orang dan meninggal dunia 1 orang.

Baca juga: Update Virus Corona di Surabaya 10 Juni 2021: Naik 30 dan Jadwal Berakhirnya Penyekatan Suramadu

120 Orang Positif Terjaring Selama 5 Hari Penyekatan di Suramadu

Update lonjakan Covid-19 di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, ada 120 orang positif corona yang terjaring selama 5 hari penyekatan di jembatan Suramadu.

Hingga saat ini, petugas gabungan di Surabaya terus melakukan penyekatan di pintu keluar jembatan Suramadu.

Sejak penyekatan dilakukan mulai Minggu hingga Kamis (6-10/6/2021), sudah ada 13.735 orang mengikuti rapid antigen.

Dari total yang mengikuti rapid antigen tersebut, 239 dinyatakan positif. Selanjutnya mereka mengikuti uji swab PCR.

Usai Swab PCR, sebanyak 120 orang dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan hasil terhadap 13 orang belum keluar.

"Untuk yang positif, sesuai arahan Ibu Gubernur (Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa) langsung dibawa ke RS penyangga. Di antaranya ada di RS Soetomo, RS Unair, dan RS Lapangan," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kamis (10/6/2021) pagi.

Cak Eri pun meninjau langsung jalannya penyekatan sejak pagi.

Ia didampingi dengan sejumlah kepala OPD bersama jajaran Forkopimda lainnya.

Cak Eri menegaskan pihaknya akan konsisten melaksanakan penyekatan di gerbang Suramadu.

Ini dilakukan selama dua pekan ke depan.

Cak Eri mengungkapkan selain testing dengan menggunakan uji rapid antigen, Pemkot juga akan melakukan tracing.

Pemkot mendata kedatangan warga dari Bangkalan.

Ini dilakukan di tiap kecamatan.

Melibatkan sejumlah camat dengan mendasarkan data kepulangan dari Madura.

"Insha Allah, kami melakukan swab yang masuk di Surabaya. Yang kedua swab massal dan swab Hunter di Kota Surabaya," katanya.

"Juga di pemukiman keramaian dan yang kemungkinan ada lonjakan. Hari ini concern di dalam kota, jangan sampai meningkat," imbuh Cak Eri.

Pihaknya juga mendapat data dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Data tersebut ditindaklanjuti dengan tracing yang bersangkutan dengan menguji rapid antigen di Surabaya.

"(Kami) dapat data dari Madura yang berkunjung ke Surabaya, dan sebaliknya. Kalau ada ya tracing. Termasuk, di pasar," katanya.

Uji tracing membutuhkan tenaga besar sebab harus mendeteksi kegiatan yang bersangkutan.

"Kalau berkunjung ke mana, ya langsung tracing. Saat tracing, sekalian ditanya: kemarin dimana atau ketemu siapa," katanya.

Sehingga, pihaknya berharap warga Surabaya konsisten untuk menjaga prokes.

Dengan tetap menggunakan masker, menjauhi kerumunan, serta menjaga jarak maka penularan bisa dihindari.

"Kalau ke pasar ya tracing lagi. Tracing ini capek. 1 ini gerak kemana, harus diikuti. Sehingga, kami ingatkan kepada warga, ayo kita sama-sama gerak dan jalan. Mari menjaga prokes. Insha Allah bisa tahan bersama. Kuncinya, gotong royong," katanya.

(Nuraini Faiq/Bobby Constantine/Putra Dewangga/Surya.co.id)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved