Breaking News:

Berita Situbondo

Demam Berdarah Mengintai Saat Wabah Corona, Situbondo Mulai Giatkan Fogging

Jajaran TNI dan Polri di Situbondo mulai menggiatkan pengasapan alias fogging setelah ditemukannya kasus DBD.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono
Anggota TNI melakukan fogging di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit Situbondo. 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Fokus pada penanganan dan penanggulangan Covid-19 di daerah, memang tidak boleh membuat antisipasi penyakit lain melemah. Jajaran TNI dan Polri di Situbondo mulai menggiatkan pengasapan alias fogging setelah ditemukannya kasus penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dialami warga setempat.

Selasa (8/6/2021), fogging itu dilakukan dengan mengerahkan anggota TNI-Polri bersama petugas Puskesmas Kendit, di lingkungan Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit. Di desa itu, ada seorang warga terjangkit DBD dari gigitan nyamuk Aides Aegipty.

Sebelumnya Babinsa Desa Tambak Ukir, Sertu Mulyono mendapat laporan dari masyarakat kalau ada warga yang terjangkit DBD. Selanjutnya, Sertu Mulyono berkoordinasi dengan Bati Bakti TNI, Serma Akhmad Fadli dan ditindaklanjuti ke Puskesmas Kendit.

Berkat koordinasi yang baik dan cepat, tim gabungan TNI-Polri serta petugas Puskesmas Kendit melakukan fogging untuk menangkal penyebaran DBD tersebut.

Mulyono mengatakan, selain melakukan fogging, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. "Jika ada kaleng bekas sebaiknya dikubur, jangan dibiarkan terisi air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk," ujar Mulyono

Selain itu, lanjut Mulyono, pihaknya juga meminta masyarakat rajin menguras air di bak mandi, sehingga jentik nyamuk tidak dapat berkembang biak. "Saya harap masyarakat tetap menjaga kebersihan dan juga harus mematuhi protokol kesehatan karena Covid-19 masih ada," tegasnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Dwi Herman Susilo mengatakan, sejak sebulan terakhir ini sudah ada lima kasus DBD. "Dari lima kasus itu tidak ada yang meninggal dunia, semua kembali sehat setelah ditangani medis," kata Dwi. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved