Breaking News:

Berita Surabaya

Polda Jatim Terapkan Mikro Lockdown di Empat Kecamatan Kabupaten Bangkalan

Penyemprotan disinfektan di empat kecamatan zona rawan juga segera dilalukan. Serta meningkatkan kewaspadaan

surya.co.id/febrianto ramadani
Penyekatan pengendara roda dua di akses Jembatan Suramadu sisi Kota Surabaya, Minggu (6/6/2021) sore. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Meningkatnya angka kasus Covid-19 di Madura menjadi perhatian berbagai elemen.

Termasuk Polda Jatim, dalam hal ini korps Bhayangkara melakukan mikro lockdown di kecamatan yang kasusnya tinggi.

"Kami akan menerapkan mikro lockdown di empat kecamatan, Bangkalan, Arosbaya, Klampis, Geger," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, Senin (7/6/2021).

Kini pihaknya masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Bangkalan.

Penyemprotan disinfektan di empat kecamatan zona rawan juga segera dilalukan.

Serta meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan operasi yustisi di tempat keramaian, dan melakukan pembagian masker di kawasan zona rawan.

Tak hanya itu, penanganan di perbatasan Surabaya Madura pihaknya terus melakukan giat swab antigen yang dilakukan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Baca juga: Tak Selamat dari Api yang Membakar Rumahnya, Nenek 67 Tahun di Kabupaten Tuban Meninggal Dunia

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Pemantauan Protokol Kesehatan di Pelabuhan Gresik Diperketat

Bagi warga Bangkalan dan Surabaya yang akan bepergian diimbau membawa surat bebas COVID-19 karena pos penyekatan diperkatat.

"Upaya penyekatan, serta mendirikan pos penyekatan di dua sisi, pintu masuk Madura maupun Surabaya, dengan melakukan swab antigen on the spot," lanjut Nico.

Selain itu, juga akan menyiapkan satu rumah sakit rujukan di daerah Bangkalan, satu rumah sakit lapangan di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya - Madura (BPWS) dan menyiapkan enam rumah sakit rujukan di Surabaya.

Keenamnya adalah RSU dr Soetomo, RSU Universitas Airlangga, RSU Haji Surabaya, RSU PHC, RSU Adi Husada Undaan, dan RSU Al Irsyad.

Seluruh masyarakat Bangkalan diminta patuh protokol kesehatan supaya kasus COVID-19 di sana tidak semakin parah.

"Diminta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk memberikan edukasi dan mengoptimalkan PPKM Mikro, terutama RT RW yang ada warganya positif aktif, untuk melakukan tracing terhadap interaksi pasien positif dengan warga sekitar," pungkas Jenderal asli Surabaya itu.

BACA BERITA SURABAYA LAINNYA

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved