Berita Gresik
Puluhan Burung Laut Dilepas di Kabupaten Gresik, Tiga Desa Ditetapkan Menjadi KEE
Tiga desa di Kabupaten Gresik ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Esensial (KEE).
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, GRESIK - Sering menjadi lokasi migrasi burung internasional, kawasan tiga desa di Kabupaten Gresik ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Esensial (KEE).
Puluhan burung dilepas di kawasan Mangrove di Desa Banyuurip.
Sekitar 50-an ekor burung air maupun laut untuk membangun dan memperbaiki ekosistem yang ada.
Burung-burung ini, sebelumnya merupakan penghuni Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Lokasi ini dikenal sebagai kalituri, yang dipenuhi anakan ikan baramundi dan ikan glodok. Makanan bagi para burung laut yang bermigrasi.
Kondisi air pasang maka burung-burung migrasi akan bersembunyi di balik pepohonan mangrove.
Sementara jika surut, biasanya akan keluar secara bergerombol dan mencari makanan berupa ikan-ikan kecil.
Selain menjadi jujugan migrasi burung laut, KEE Ujungpangkah juga memiliki 19 jenis pohon mangrove.
Dengan 17 pohon di antaranya jenis jati dan dua lainnya jenis mangrove asosiasi.
Atas dasar tersebut, Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE), Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bersama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, serta beberapa pihak menggelar perayaan Hari Lahan Basah Sedunia (WWD) tahun 2021 di KEE, Rabu (2/6/2021).
"Mayoritas di sini burung pelikan dari Benua Australia," terangnya Direktur BPEE Asep Sugiharta.
Baca juga: Percepat Vaksin Lansia Kota Blitar, Gelar Vaksinasi Covid-19 di Kantor Kelurahan
Baca juga: 26 Pasar Desa di Kabupaten Pasuruan akan Direhab Tahun 2021, Tersebar di 17 Kecamatan
Baca juga: Golongan yang Tak Dapat Gaji ke-13 Pensiunan 2021, PNS dan TNI-Polri, Ditransfer Mulai Hari ini
Mereka sepakat, pemusatan penyelenggaraan WWD kali ini di KEE bertujuan untuk meningkatkan pemahaman atas nilai dan fungsi lahan basah di Indonesia yang merupakan aset nasional, sebagai sistem penyangga kehidupan, meningkatkan peran serta memperkuat komitmen para pihak dalam pengelolaan dan pembangunan lahan basah di Indonesia, baik pada tingkat kabupaten, provinsi dan kementerian.
KEE di Kecamatan Ujungpangkah ini bisa dijadikan untuk edukasi wisata yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat setempat. Sehingga, pengelolaan KEE Ujungpangkah ini akan terus dikembangkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mohkhamad Najikh menambahkan, kehadiran KEE di Kecamatan Ujungpangkah ini secara tidak langsung mengeliminir Gresik sebagai Kota Industri.
"KEE ini dinilai menjadi penyeimbang, kendati banyak pabrik yang berdiri dan menghasilkan karbondioksida tinggi. Kehadiran KEE Ujungpangkah ini menghasilkan oksigen sehat, sebagai penyeimbang karbondioksida pabrik," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/burung-laut-di-kawasan-mangrove-desa-banyuurip-kabupaten-gresik.jpg)