Sosok Qatar yang Ditakuti Ali Kalora Cs, Ancam Anggota MIT Poso hingga Tak Berani Menyerah
Inilah sosok Qatar yang ditakuti oleh Ali Kalora Cs, para anggota MIT Poso sampai takut untuk menyerah ke aparat.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Inilah sosok Qatar yang ditakuti oleh Ali Kalora Cs, para anggota MIT Poso sampai takut untuk menyerah ke aparat.
Diketahui, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso kini terpecah menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama beranggotakan empat orang yang dipimpin oleh Ali Kalora, bergerak di wilayah Poso Pesisir Utara.
Sedangkan kelompok MIT Poso pimpinan Qatar alias Farel alias Anas, bergerilya di sekitar Lembah Napu, Lore Timur.
Komandan Komando Daerah Resor Militer 132 Tadaluko, Brigjen Farid Makruf menyebutkan bahwa ada niatan Ali Kalora Cs untuk menyerah.

Baca juga: Update Perburuan Ali Kalora Cs, Titik Pelarian Terdeteksi, Polri Butuh 3 Hal ini Untuk Menangkapnya
Baca juga: Ali Kalora Cs Sulit Diburu dan Semakin Merajalela, Polri Ungkap Penyebabnya: Tak Semua Personel Bisa
Namun, niat Ali Kalora untuk menyerahkan diri dihalangi oleh Qatar.
Qatar mengancam Ali Kalora dan tiga anggota lainnya jika menyerahkan diri maka keluarga mereka akan menjadi taruhannya.
"Mereka (kelompok Ali Kalora) itu sebenarnya sudah mau turun kampung dan mau menyerah.
Jadi yang mau menyerah itu Ali Kalora, Rukli, Suhardin alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang," ujar Farid, Senin (24/5/2021).
Seperti dilansir dari TribunManado.co.id dalam artikel 'Teroris MIT Poso Ali Kalora Ingin Menyerahkan Diri, Brigjen Rusdi: Kelompoknya Harus Diselesaikan'
Anggota kelompok Qatar terdiri atas Abu Alim alias Ambo, Nae alias Galuh, Askas alias Jadi alias Pak Guru, dan Jaka aka Ramadan alias Ikrima alias Rama.
Kelompok Qatar disebut berperan penting dalam melakukan teror dan pembunuhan terhadap para petani di wilayah Lore, Kabupaten Poso.
Termasuk pembunuhan kepada 4 petani yang baru saja terjadi pada tanggal 11 Mei 2021 di Desa Kalemago.
Titik Pelarian Terdeteksi, Polri Butuh 3 Hal ini