Berita Surabaya
Lebih Dekat Mengenal Tugas Porter di Gunung Semeru
Dibukanya kembali wisata pendakian Gunung Semeru ada baiknya untuk mempersiapkan diri secara matang rencana pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Fatkhul Alami
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Fatkhul Alami
SURYA.co.id | SURABAYA – Dibukanya kembali wisata pendakian Gunung Semeru ada baiknya untuk mempersiapkan diri secara matang rencana pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.
Selain persiapan fisik dan mental, jika membawa barang atau logistik di kawasan wisata Gunung Semeru juga ada porter yang akan membantu para pendaki untuk membawakan barang barang atau logistic pendakian.
Cakyo, salah satu relawan Saver Semeru mengungkapkan beban maksimal yang dibawa porter di Gunung Semeru ini maksimal 20 kg. Mengutip @Tumpang Camp Adventure (TCA) ada beberapa istilah porter yang sering di dengar di Gunung Semeru, yakni :
1. Porter Harian
Porter yang ikut selama durasi pendakian, porter akan membawa barang apapun yang kita berikan. Mereka juga akan membantu memasak (bila diminta), mendirikan tenda serta mencari air di Sumbermani Kalimati. Yang penting kasih tahu ke porter maunya apa kita sebelum pendakian.
2. Porter masak
Sama dengan porter harian, selain mengangkat barang porter ini juga ahli dalam memasak. Jadi bila ingin makan dengan menu yang agak ribet, silahkan gunakan jasa porter dan kasih tahu menu apa yang diinginkan.
3.Porter drop
Porter yang tidak ikut seterusnya saat pendakian yang kita lakukan, tugasnya cuma ngedrop barang. Misalnya jika ingin camping saja di Ranu Kumbolo selama 2 hari,dan barang yang dibawa hanya logistik yang akan habis saat camping, daripada membayar jasa porter selama 2 hari bisa pakai sistip drop saja. Porter cuma ngedrop barang di Ranu Kumbolo kemudian pulang.
4. Porter ke puncak
Porter yang diminta jasa tambahan mengawal hingga ke Puncak Semeru.
Misalnya Open trip dengan 10 orang, 1 guide dan 4 porter angkut harian. Saat ke puncak, tidak standar bila 10 peserta hanya dikawal 1 orang guide.
Selain faktor resiko yang tinggi, bila ada salah satu peserta yang tidak kuat dan mau turun, harus ada yang mengawal turun kembali ke basecamp Kalimati. Itulah lebih baik ada tambahan porter yang mengawal hingga ke puncak.
5. Porter team
Istilah ini ada bila ikut dalam open trip atau private trip. Biasanya porter team akan membawakan alat camping, logistik dan memasak selama pendakian.
Tapi kadang juga tergantung perjanjian antara TO dan peserta, misal porter cuma membawa tenda, sementara sleeping bag/ matras dibawa sendiri oleh peserta.
6. Porter pribadi
Istilah ini muncul bila kalian ikut open trip atau private trip. Semua peralatan camping dan logistik sudah dibawakan porter team, kita cukup membawa pakaian atau alat pribadi.
Tapi masih berat ?Itulah saatnya menggunakan jasa porter pribadi, jadi tas yang berisi pakaian dan barang pribadi akan dibawakan porter pribadi.
Porter nomer 1,2,3 & 5 jalan mendahului tamu. Misalnya camp pertama di Ranu Kumbolo maka mereka akan jalan duluan ke Ranu Kumbolo mempersiapkan semuanya (tenda, memasak, dll).
Untuk porter pribadi, bisa mendahului dan menunggu di tempat camp atau bisa diajak jalan bareng (semisal karena tas yang porter pribadi bawa berisi kamera buat berfoto di jalan atau makanan buat di jalan.
Siapkan uang cash dan segera melunasi kewajiban membayar jasa porter setelah trip selesai. Beberapa kejadian pas trip usai, TO janji pembayaran setelah dapat transfer pelunasan dari peserta atau alasan lainnya yang buat pembayaran tertunda-tunda.
Untuk makan Porter ikut tamu, jadi kalau belanja logistik dilebihkan, untuk makan porter. Bila mereka sungkan makan bareng, bisa diberi logistik biar mereka masak. Banyak kejadian pengguna jasa porter tidak mengerti hal ini, mereka bawa logistik sendiri, dimakan sendiri porternya tidak diajak makan juga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pendakian-gunung-semeru-ada-baiknya-untuk-mempersiapkan-diri-secara-matang.jpg)