Berita Tulungagung
Penanganan Kusta di Tulungagung Terhambat Selama Pandemi, 5 Bulan di 2021 Ditemukan 10 Pasien
Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung menemukan 10 kasus kusta baru selama Januari-pertengahan Mei 2021.
Penulis: David Yohanes | Editor: irwan sy
Berita Tulungagung
Reporter: David Yohanes
Editor: Irwan Sy
SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung menemukan 10 kasus kusta baru selama Januari-pertengahan Mei 2021.
Penanganan penyakit ini sempat terhambat karena kondisi pandemi virus Corona selama 2020.
Data temuan penyakit yang disebabkan bakteri mycobacterium Leprae ini cenderung terus meningkat rata-rata 5 pasien per tahun.
Tahun 2016 ditemukan 25 pasien, 2017 ditemukan 30 pasien, tahun 2018 ditemukan 35 pasien, dan tahun 2019 ditemukan 40 pasien.
Sedangkan tahun 2020 hanya ada 20 pasien karena kendala pandemi membuat para pasien takut mengakses layanan kesehatan.
“Pasien enggan datang ke Puskesmas, karena itu kami memaksimalkan peran petugas ke lapangan,” terang Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung, Muhroji.
Muhroji mengatakan Tulungagung tidak termasuk wilayah endemi kusta.
Temuan kasus ini dipicu mobilitas warga serta gaya hidup yang kurang bersih dan sehat, di antara pasien yang ditemukan sudah sampai pada tahap menimbulkan kecacatan fisik.
Meningkatnya temuan pasien baru ini berkat sosialisasi terus menerus dari petugas kesehatan.
Hasilnya banyak warga mau dengan sukarela memeriksakan kondisi kesehatan.
Pasien kusta penting untuk ditemukan lebih awal untuk mencegah mereka mengalami kecacatan fisik.
“Dari proses edukasi dan sosialisasi, banyak warga yang mau memeriksakan diri. Dari mereka akhirnya ditemukan pasien baru,” sambung Muhroji.
Diakui Muhroji, banyak warga yang tidak sadar dirinya mengidap kusta.
Sebab inkubasi bakteri ini cukup lama,satu hingga lima tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/muhroji-30112020.jpg)