Breaking News:

Berita Bisnis

PTPN X Giling Perdana di PG Ngadirejo Kediri, Target Produksi Capai 275.000 Ton Gula

Direktur PTPN X, Aris Toharisman, mengatakan, giling di PG Ngadirejo ini merupakan giling pertama bagi PG-PG di bawah kelola PTPN X.

surya.co.id/sri handi lestarie
Prosesi giling tebu perdana di PG Ngadirejo Kediri, yang dihadiri Direktur PTPN X, Aris Toharisaman, bersama Direktur DJKN Rionald Silaban, Asisten Deputi KBUMN Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan, Rachman Ferry Isfianto, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, dan Direktur Pelaksana I LPEI, Dikdik Yustandi, Kamis (20/5/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X (Persero) menggelar giling perdana tebu di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kediri, Kamis (20/5/2021).

Direktur PTPN X, Aris Toharisman, mengatakan, giling di PG Ngadirejo ini merupakan giling pertama bagi PG-PG  di bawah kelola PTPN X.

"PG Ngadiredjo akan menggiling tebu sebanyak 732.615 ton dengan rendemen 8,25 persen dan memproduksi gula sebesar 60.538 ton. Rencananya giling PG Ngadiredjo akan berlangsung hingga September 2021," jelas Aris, didampingi Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Rionald Silaban, Asisten Deputi KBUMN Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan, Rachman Ferry Isfianto, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, dan Direktur Pelaksana I Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Dikdik Yustandi.

Selain PG Ngadirejo, selanjutnya akan giling perdana pada delapan PG lain dibawah PTPN X.

Secara keseluruhan, di tahun 2021 ini, PTPN X menargetkan produksi gula sebesar 275.658 Ton dengan jumlah tebu digiling sebesar 3,4 juta Ton.

Sedangkan untuk angka rendemen ditargetkan sebesar 8,03 persen dengan produktivitas 73,17 Ton/Ha.

Dalam kesempatan itu, M Abdul Ghani, Direktur Utama Holding Perkebunan, mengatakan, pada komoditas gula, PTPN X menunjukkan capaian-capaian produksi yang optimal.

"Saya yakin tahun 2021 ini segala target akan tercapai,” ujar Abdul Ghani.

Kehadiran Dirut Holding Perkebunan dan DJKN, Rionald Silaban, tak lepas dari penyaluran Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor perkebunan.

Menurut Rionald, perkebunan merupakan bagian dari denyut ekonomi Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved