Jumat, 10 April 2026

Berita Bisnis

PTPN X Giling Perdana di PG Ngadirejo Kediri, Target Produksi Capai 275.000 Ton Gula

Direktur PTPN X, Aris Toharisman, mengatakan, giling di PG Ngadirejo ini merupakan giling pertama bagi PG-PG di bawah kelola PTPN X.

surya.co.id/sri handi lestarie
Prosesi giling tebu perdana di PG Ngadirejo Kediri, yang dihadiri Direktur PTPN X, Aris Toharisaman, bersama Direktur DJKN Rionald Silaban, Asisten Deputi KBUMN Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan, Rachman Ferry Isfianto, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, dan Direktur Pelaksana I LPEI, Dikdik Yustandi, Kamis (20/5/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X (Persero) menggelar giling perdana tebu di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kediri, Kamis (20/5/2021).

Direktur PTPN X, Aris Toharisman, mengatakan, giling di PG Ngadirejo ini merupakan giling pertama bagi PG-PG  di bawah kelola PTPN X.

"PG Ngadiredjo akan menggiling tebu sebanyak 732.615 ton dengan rendemen 8,25 persen dan memproduksi gula sebesar 60.538 ton. Rencananya giling PG Ngadiredjo akan berlangsung hingga September 2021," jelas Aris, didampingi Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Rionald Silaban, Asisten Deputi KBUMN Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan, Rachman Ferry Isfianto, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, dan Direktur Pelaksana I Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Dikdik Yustandi.

Selain PG Ngadirejo, selanjutnya akan giling perdana pada delapan PG lain dibawah PTPN X.

Secara keseluruhan, di tahun 2021 ini, PTPN X menargetkan produksi gula sebesar 275.658 Ton dengan jumlah tebu digiling sebesar 3,4 juta Ton.

Sedangkan untuk angka rendemen ditargetkan sebesar 8,03 persen dengan produktivitas 73,17 Ton/Ha.

Dalam kesempatan itu, M Abdul Ghani, Direktur Utama Holding Perkebunan, mengatakan, pada komoditas gula, PTPN X menunjukkan capaian-capaian produksi yang optimal.

"Saya yakin tahun 2021 ini segala target akan tercapai,” ujar Abdul Ghani.

Kehadiran Dirut Holding Perkebunan dan DJKN, Rionald Silaban, tak lepas dari penyaluran Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor perkebunan.

Menurut Rionald, perkebunan merupakan bagian dari denyut ekonomi Indonesia.

"Karena itu sektor perkebunan merupakan sektor yang penting dimana Pemerintah telah mengucurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 4 triliun," jelas Rionald.
P
ihaknya memberikan apresiasinya kepada PTPN Group khususnya Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yang telah berupaya keras meyakinkan pemerintah bahwa dana yang telah dikucurkan berhasil guna.

"Kami percaya penuh atas implementasi strategi Holding Perkebunan. Kami berharap dana investasi yang dikucurkan pemerintah dapat mendongkrak kinerja Holding Perkebunan dan selaras dengan tujuannya semula, yaitu dapat memulihkan perekonomian nasional dan dapat menjadi perusahaan yang memiliki produktivitas terbaik di industri gula nasional," ungkap Rionald.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan pembahasan mengenai Dana PEN yang diberikan oleh Kementerian Keuangan RI melalui Investasi Pemerintah yang dilaksanakan oleh LPEI kepada PTPN X.

Dana PEN sejumlah Rp 327,629 miliar dimanfaatkan oleh PTPN X untuk on farm maupun off farm.

Dengan rincian masing-masing Rp 274,45 miliar dan Rp 53,2 miliar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved