Gempa di Jawa Timur
Gempa Guncang Lima Daerah di Jatim, Trauma Kejadian 10 April Kembali Mencuat
Seperti kejadian sebelumnya, gempa berkekuatan 6,2 skala Richter itu mengguncang Kediri, Blitar, Tulungagung, Jember dan Malang.
SURYA. CO.ID, KEDIRI - Trauma yang dirasakan warga Jatim akibat gempa hebat pada 10 April 2021 belum pulih, sekarang gempa kembali dirasakan di beberapa daerah, Jumat (21/5/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.
Seperti kejadian sebelumnya, gempa berkekuatan 6,2 skala Richter itu mengguncang Kediri, Blitar, Tulungagung, Jember dan Malang.
Di Kediri, warga melaporkan merasakan gempa dua kali, sehingga banyak yang keluar rumah menyelamatkan diri. Guncangan gempa pertama dirasakan terasa pelan beberapa kali. Kemudian disusul goncangan kedua yang semakin terasa dan membuat benda yang tergantung berayun-ayun.
"Goncangan gempa pertama tidak begitu terasa, selang sekitar satu menit kemudian terasa goncangan kedua," ungkap Mujiono, salah seorang warga kepada SURYA.
Karena masih trauma dengan gempa April lalu, sebagian warga di Perumahan Sukorejo Indah Kediri banyak yang keluar rumah karena khawatir gempa susulan."Saya sempat di deg-degan, saat menonton TV tiba-tiba merasakan ada gempa," ungkap Ny Dyah, warga Perum Sukorejo Indah.
Masyarakat berharap gempa ini tidak sampai membawa kerusakan dan korban jiwa. "Pandemi Covid-19 belum berakhir, sudah ada gempa lagi," tambahnya.
Informasi dari BMKG, gempa dengan magnitudo 6,2 skala Richter dengan kedalaman 110 kilometer berpusat di 57 kilometer Tenggara Kabupaten Blitar dan tidak berpotensi tsunami. Tetapi tetap membuat warga di Blitar juga panik, seperti warga Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.
Warga segera berlarian keluar rumah sambil berteriak "lindu". "Goyangannya lumayan keras. Saya langsung lari keluar rumah," tutur Faula Arina, salah satu warga Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.
Belum diketahui apakah peristiwa gempa bumi itu menyebabkan kerusakan bangunan di wilayah Blitar. Tetapi di Tulungagung, goncangan dilaporkan lumayan keras meski tak sampai semenit.
Warga pun panik, apalagi goncangan gempa membuat rumah bersuara gemertak. Warga pun berlarian keluar rumah menuju tempat terbuka. Selain itu warga juga membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya.
Banyak yang merasa trauma, karena mengingat gempa 10 April 2021. Saat itu gempa dengan getaran sangat kuat dirasakan hingga 2 menit. Apalagi dampaknya langsung terasa, dengan menimbulkan kerusakan sejumlah rumah.
Bahkan di Jember, goncangan gempa terasa sampai di sejumlah kecamatan. Sejumlah relawan bencana di Jember melapokan bahwa goncangan itu antara lain terasa di Kecamatan Silo, Panti, Sumbersari, Kaliwates, Balung, Puger, juga Tempurejo. "Di Puger terasa agak kencang," ujar Nurhasan dari Desa Puger Kulon Kecamatan Puger.
Hal senada diungkapkan Ryco dari Kecamatan Tempurejo. "Di Tempurejo terasa juga kencang," ujarnya.
Kapolsek Sempolan Kecamatan Silo, AKP Suhartanto juga melaporkan hal senada. "Di Sempolan juga terasa, tetapi aman terkendali," ujar Suhartanto.
SURYA juga merasakan gempa tersebut dan warga yang berada di dalam rumah, kebanyakan merasakan getaran sampai dua kali. Sebab ada jeda sedikit dari getaran pertama, berlanjut ke getaran kedua.
Gempa membuat sejumlah material bangunan bergetar, seperti atap yang berkerangka galvalum, juga kaca jendela. Sejumlah warga di Perumahan Villa Tegalbesar Kecamatan Kaliwates memilih keluar rumah hingga getaran gempa berakhir. ****