Berita Kediri
Sosok Emak-emak Penyebar Hoax Telur Palsu di Kediri yang Viral, Akhirnya Minta Maaf dan Sebut ini
Inilah sosok emak-emak penyebar hoax telur palsu yang videonya viral di media sosial.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Inilah sosok emak-emak penyebar hoax telur palsu yang videonya viral di media sosial.
Mereka adalah Linda Agustini dan Ani Mulyaningati, warga Lingkungan Ngadisimo, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri.
Dalam video berdurasi 4 menit 27 detik itu menggambarkan seorang ibu tengah membuka telur ayam yang diduga palsu.
Dia meragukan bahwa telur ayam itu asli.
"Masa telur bisa seperti ini, seperti tisu," kata wanita berkerudung itu.
Baca juga: Derita Guru TK Diancam Mau Dibunuh Debt Collector hingga Dipecat Sekolah karena Terjerat 24 Pinjol
Video lainnya berdurasi 4 menit 27 detik menunjukkan sejumlah telur terpecah dan isinya mengeras seperti es krim.
"Ini ternyata saya menemukan benar-benar menemukan telur yang mungkin dikatakan telur palsu ini. Ya tadi kita mau bikin ceplok telor dan kita buka ternyata masyaallah seperti ini. Kalau telur ditaruh kulkas itu tidak akan beku. Tapi ini beku ini dia. Mohon untuk pihak berwajib, saya sisakan telurnya untuk bukti," ucap wanita dalam video tersebut.
Setelah video itu viral, Satgas Pangan Polda Jatim langsung bergerak.
Hasilnya, telur-telur itu asli.
Ketua Satgas Pangan Polda Jatim, Kombes Pol Farman mengatakan, hasil uji coba laboratorium yang dilakukan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkot Kediri menyebut telur tersebut asli dari telur ayam.
"Dari hasil uji coba lab di Kediri dan koordinasi dengan dinas terkait, bahwa telur yang dimaksud dalam pemberitaan merupakan telur ayam asli," jelas Farman, Senin, (17/5/2021).
Kendati demikian, pihaknya masih menyelidiki asal usul telur tersebut dan mengapa hasilnya berbentuk seperti jeli dan mengeras.
"Saat ini kami masih melaksanakan proses penyelidikan terkait asal dari telur tersebut," tambahnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda ini menduga telur tersebut merupakan telur infertil. Atau telur yang sudah dibuahi namun gagal menetas.
"Harusnya telur yang dijual pada umumnya adalah telur yang belum dibuahi, dugaan saya ini telur yang sudah dibuahi untuk ditetaskan, kemungkinan ini telur yang gagal menetas, namun dijual juga," tandasnya.