KKB Papua

Cara Satgas Nemangkawi Bedakan Teroris KKB Papua & Warga Sipil, Irjen Mathius D Fakhiri: Penyekatan

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri ungkap cara Satgas Nemangkawi membedakan antara teroris KKB Papua dengan warga sipil.

tangkapan layar
Ilustrasi Satgas Nemangkawi. Terungkap Cara Satgas Nemangkawi Bedakan Teroris KKB Papua & Warga Sipil 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah

SURYA.co.id - Terungkap cara Satgas Nemangkawi membedakan antara teroris KKB Papua dengan warga sipil.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri.

Menurut Irjen Mathius D Fakhiri, Satgas Nemangkawi berupaya melakukan penyekatan untuk memisahkan warga sipil dan teroris Kelompok Krimina Bersenjata (KKB).

Hal ini dilakukan agar Satgas Nemangkawi bisa lebih leluasa menindak KKB Papua dan tak salah sasaran.

Dilansir dari Antara, Fakhiri menyebut Satgas Nemangkawi berupaya memisahkan warga sipil dengan KKB Papua khususnya di sekitar Ilaga.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri (kompas.com)

Baca juga: Siasat Licik KKB Papua Dibongkar Anak Buah Lekagak Telenggen yang Membelot, Kekuatannya Keropos

Baca juga: Kehebatan Pasukan Yonif 500 yang Bantu Kopassus Baku Tembak Lawan KKB Papua, Tumbangkan 2 Target

Aparat, kata Fakhiri, telah melakukan penyekatan agar KKB tak leluasa bergerak dan bergabung dengan warga sipil.

"Tim Satgas Nemangkawi berupaya melakukan penyekatan agar ruang gerak anggota KKB Papua tidak leluasa," ucap Fakhiri, Minggu (16/5/2021).

Fakhiri mengatakan situasi keamanan di Ilaga sudah nisbi kondusif.

"Yang pasti apa yang dilakukan anggota dalam penanganan KKB Papua sudah terukur," pungkas Fakhiri.

Terjadi baku tembak lagi

Sementara itu, Distrik Ilaga kembali memanas saat Satgas Nemangkawi terlibat geger baku tembak dengan KKB Papua, Minggu (16/5/2021).

Dalam baku tembak itu, Satgas berhasil menembak mati dua anggota KKB Papua.

Sedang satu anggota KKB lainya kabur dengan membawa senjata AK-47.

Peristiwa itu terjadi dalam baku tembak antara anggota Satuan Tugas Nemangkawi dan KKB kelompok Lekagak Talenggeng.

"Tiga orang KKB melakukan kontak tembak dengan Satgas Ops Nemangkawi TNI-Polri pada pukul 04.12.

TNI-Polri berhasil menembak tiga teroris anggota kelompok teroris Lekagak Talenggeng, dengan dua teroris meninggal dunia, satu orang melarikan diri dengan kondisi tertembak," ujar Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal melalui keterangan tertulis, Minggu.

Saat ini personel Satgas Nemangkawi terus melakukan pengejaran dan penyisiran di lokasi baku tembak.

"Camp Mayumberi dikuasai TNI-Polri. Kami akan terus mengejar dan melakukan penegakan hukum kelompok teroris yang saat ini berada pada zona Mini ( Mimika, Intanjaya, Nduga, dan Ilaga/puncak)," kata Iqbal.

Dari hasil penyisiran, Iqbal menjelaskan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti.

"Barang bukti yang diamankan oleh petugas, dua mayat teroris, satu pucuk senjata organik jenis Moser 7,62, satu buah HT, amunisi 17 butir, dan empat selongsong peluru," katanya.

Siasat Licik KKB Papua Dibongkar Anak Buah Lekagak Telenggen

Teroris KKB Papua kembali beraksi bakar gedung sekolah dan Puskemas di Kabupaten Puncak, Papua. Sekarang, pendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu kontak senjata dengan TNI Polri di pegunungan Ilaga.
Teroris KKB Papua kembali beraksi bakar gedung sekolah dan Puskemas di Kabupaten Puncak, Papua. Sekarang, pendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu kontak senjata dengan TNI Polri di pegunungan Ilaga. (Kolase Istimewa)

Siasat licik kelompok kriminal bersenjata (KKB) dibocorkan anak buah Lekagak Telenggen. 

Hal ini terungkap setelah anak buah Lekagak Telenggen itu menyerahkan diri kepada Satgas Nemangkawi

Tiga anggota KKB Papua yang menyerahkan diri itu berinisial YAW (34), MM (17) dan OM (41) .

Mereka menyerahkan diri kepada aparat TNI Satgas Yonif 715/Mtl saat melaksanakan patroli keamanan di Kampung Tanah Merah, Sabtu (15/5/2021).

Anak buah Lekagak Telenggen ini pun blak-blakan mengungkapkan strategi kelompoknya untuk bertahan hidup dan menyusun kekuatan melawan aparat TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi

Ternyata, Lekagak Telenggen membagi mereka dalam tugas-tugas tertentu. 

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa menjelaskan, berdasarkan pengakuan dari ketiga anggota KKB itu, diketahui mereka memiliki tugas yang berbeda-beda.

YAW yang juga terlibat perang di Tembagapura tahun 2017-2019, bertugas sebagai pemantau aparat keamanan yang akan masuk ke Kampung Tigilobak.

MM sebagai pencari logistik dan dana dari masyarakat, sedangkan OM sebagai pendamping saat YAW dan MM melaksanakan tugasnya.

Selain menyerahkan diri, kata dia, ketiganya juga menyerahkan senjata berupa senapan angin, golok, anak panah, amunisi SS2 dan sofgun, beberapa dokumen dan perlengkapan lainnya, seperti ransel, HP, dan lain-lain.

"Saat ini, ketiga anggota KKB dan barang bukti sudah diserahkan kepada Satgas Nemangkawi Polri untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut," tambah dia.

Ikuti berita tentang KKB Papua di Surya.co.id.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved