Breaking News:

Berita Lumajang

Warga Lumajang Ditangkap Polisi, Ketahuan Kawal Pemudik Lewat Jalan Tikus dan Mematok Tarif

Pemudik yang dipaksa putar balik ditawari jasa pengantar melalui jalur alternatif agar bisa lolos dari posko penyekatan di Lumajang.

SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
AK dan JM saat diamankan di Polres Lumajang. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Meski dilarang, tampaknya masih banyak masyarakat yang melakukan aktivitas mudik. Buktinya, sebelum mudik dilarang banyak warga yang mencuri waktu. Bahkan, ketika tanggal larangan mudik sudah berlaku, masih ada warga yang nekat melakukan perjalanan pulang kampung.

Alhasil warga yang nekat melakukan mudik pun akhirnya banyak yang dihalau petugas di posko penyekatan.

Seperti di posko penyekatan jembatan timbangan, Klakah, banyak warga dipaksa petugas untuk putar balik ke kota asal.

Alih-alih kasihan, rupanya ada warga sekitar yang memanfaatkan kondisi ini.

Pemudik yang dipaksa putar balik ditawari jasa pengantar melalui jalur alternatif agar bisa lolos dari posko penyekatan.

Seperti yang dilakukan AK (59) dan JM (46), dua warga Desa Klakah ini.

Namun, akhirnya aksi mereka terbongkar polisi.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang, Ipda Andreas Shinta mengatakan, dua orang pria itu diamankan setelah tertangkap basah akan melakukan pengawalan kepada pemudik.

Saat itu, petugas menghalau laju beberapa pengendara roda 4 yang dicurigai pemudik. Setelah dipaksa putar balik, dari jarak 100 meter mobil tersebut berhenti karena dicegat warga. Rupanya, di sana ada warga yang menawarkan jasa pengantar menuju jalur alternatif untuk menghindari posko penyekatan.

"Ketika dilakukan pengecekan, petugas menjumpai dua orang AK dan JM berada di pinggir jalan berdekatan dengan kendaraan yang sedang berhenti sedang negoisasi harga," katanya.

Halaman
12
Penulis: Tony Hermawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved