Breaking News:

KKB Papua

Penyebab KKB Papua Sulit Diberangus, Paulus Waterpauw Heran: Tidak Kerja Tapi Bisa Beli Senjata

Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw mengungkap penyebab KKB Papua sulit diberangus.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Youtube via Tribun Manado
KKB Papua. Penyebab KKB Papua Sulit Diberangus diungkap Paulus Waterpauw 

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw mengungkap penyebab KKB Papua sulit diberangus.

Selain menguasai medan, para Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua juga memiliki sejumlah senjata.

Paulus Waterpauw juga mengaku heran KKB Papua bisa membeli senjata dan amunisi, padahal mereka tidak bekerja atau berpenghasilan.

"Saya mau katakan di momen ini kita sabar mengikuti apa yang menjadi kebijakan," kata Paulus di Jakarta, Senin (10/5/2021), dilansir dari Antara.

Menurut Paulus, KKB Papua sudah menguasai medan di wilayah mereka beraksi.

Kekejaman KKB Papua Sepanjang Tahun 2019, Paulus Waterpauw Sebut Egianus Kogoya Termasuk Muka Baru
Kekejaman KKB Papua Sepanjang Tahun 2019, Paulus Waterpauw Sebut Egianus Kogoya Termasuk Muka Baru (Kolase KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRA dan Tribun Jambi)

Baca juga: Paulus Waterpauw Sebut Aksi KKB Papua Sangat Mengerikan, Begini Situasi Terkini Ilaga Setelah Teror

Baca juga: Situasi Terkini Ilaga Setelah KKB Papua Serang Satgas Nemangkawi, Pasukan Raider Khusus Dikerahkan

"Karena sudah sangat sulit menangani mereka ini, mereka menguasai medan dan menguasai semuanya."

Lebih lanjut, Paulus menyebut pelabelan teroris terhadap KKB Papua membuat pemerintah lebih mudah mengidentifikasi siapa pihak yang mendanai KKB Papua.

Pada ranah tersebut ada ruang yang bisa dimasuki oleh Detasemen Khusu (Densus) 88 Antireror Polri guna menanganinya.

Ia juga mengaku heran dengan KKB Papua yang bisa membeli senjata dan kebutuhan lain padahal tidak bekerja.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved