Breaking News:

Berita Blitar

Polisi Blitar Malah Bingung Cari Pemudik, Hari Pertama Penyekatan pun Jalur Tikus Sepi

petugas seperti sangat sensitif mencari pemudik. Bahkan sepeda motor pun dihentikan dan malah memicu perdebatan.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Hari pertama penyekatan jalur pemudik di jalur utama Kabupaten Blitar sudah sepi kendaraan, Kamis (6/5). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Kesiagaan petugas gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub) dan petugas kesehatan Kabupaten Blitar di hari pertama pelarangan mudik, Kamis (6/5/2021), malah terasa janggal. Tidak seperti perkiraan semula, tidak ditemukan pelanggaran dalam penyekatan di perbatasan Blitar-Malang karena jalan utama malah sangat sepi.

Entah memang belum waktunya mudik atau apakah sudah banyak pemudik yang melintas melalui jalur tikus, jalur utama di Blitar memang sangat lengang. Baik sepeda motor maupun mobil pribadi hampir jarang lewat di jalur utama Malang-Blitar, bahkan sampai pukul 10.00 WIB.

Bahkan saking sepinya, hampir setiap 10 menit sekali hanya ada satu dua mobil yang melintas. itu pun kebanyakan mobil pikap dan truk. Kalau pun ada mobil pribadi, bukan bernomor luar kota namun lokal. Padahal biasanya pukul 10.00 WIB adalah jam padatnya arus lalu lintas.

Lucunya, karena suasana yang terlalu sepi itu maka petugas seperti sangat sensitif mencari pemudik. Bahkan sepeda motor pun dihentikan dan malah memicu perdebatan.

Seperti dialami pengendara motor berplat AG yang hendak ke arah Kecamatan Sumberpucung Malang. Ia nekat beradu mulut dengan petugas saat dicegat di wilayah Malang.

"Saya mau ke Pasar Sumberpucung untuk kulakan barang. Dan ini saya lakukan setiap hari," ujar pria berusia 37 tahun itu sambil menunjukkan kartu identitasnya dan akhirnya diperbolehkan melintas.

Pantuan SURYA, siang itu petugas gabungan dikerahkan untuk merazia kendaraan dari luar kota. Baik di Polres Malang maupin Polres Blitar, petugas terlihat gagah bersiaga mengawasi di wilayah masing-masing.  Pos penjagaan itu berlokasi di pintu masuk Bendungan Sutami.

Untuk kendaraan yang dari arah Timur atau Kecamatan Kepanjen (Kabupaten Malang) dan hendak ke Blitar, dicegat di pintu masuk sebelah Timur Bendungan Sutami. Begitu juga kendaraan dari arah barat (Kota Blitar) dan melaju ke arah Malang, dihadang di pintu masuk sebelah Barat bendungan tersebut.

Bukan soal pelaksanaan razianya namun yang membuat petugas heran, siang itu mendadak sepi kendaraan melintas di jalur bus Malang-Blitar. Karuan sepinya arus lalu lintas itu, membuat petugas mencari informasi di jalur alternatif. Yakni jalur antardesa yang banyak peluang bagi pemudik lolos hingga ke Kota Blitar.

Anehnya, ternyata di jalur tikus juga sepi, terutama yang mengarah ke Bendungan Karangkates. Jalur tikus itu bisa mengarah ke Kecamatan Kalipare lalu ke Brongkos. Sepinya pemudik itu tak membuat petugas terlena.

Bahkan petugas akan berkoordinasi dengan para perangkat desa, yang wilayahnya bisa dilewati jaur pemudik. "Selain melibatkan petugas gabungan kami juga akan melibatkan masyarakat yang dikomando oleh kepala desa. Sebab mereka yang lebih paham jalan alternatif yang akan dilewati pemudik," kata Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved