Breaking News:

Berita Surabaya

Keluarga Besar ITS Kehilangan Sosok Achmad Moestahid Astari yang Telah Berpulang

Moestahid adalah seorang penggerak dan organisatoris tulen. Tokoh pergerakan bangsa, tokoh Jawa Timur dan juga inspirator bagi keluarga besar ITS.

Foto Istimewa Radian Jadid
Radian Jadid bersama para Alumni ITS membesuk Ir H Achmad Moestahid Astari, di kediamannya Jalan Darmo Permai Timur Nomor 1, Kota Surabaya, beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ir H Achmad Moestahid Astari meninggal dunia, Senin (3/5/2021) pukul 19.30 Wib, di kediamannya Jalan Darmo Permai Timur Nomor 1, Surabaya.

Salah satu tokoh senior Jawa Timur tersebut meninggal di usia 83 tahun.

Ir Djuwono Hadi Susanto, alumni ITS yang telah lama mendampinginya di kepengurusan IKA ITS, menyatakan, Moestahid adalah seorang penggerak dan organisatoris tulen.

Tokoh pergerakan bangsa, tokoh Jawa Timur dan juga inspirator bagi keluarga besar ITS.

"Beliau dikenal sebagai alumni ITS, mantan aktivis dan Ketua Senat FTK ITS, ketua Dewan Mahasiswa ITS, Gerakan Mahasiswa Surabaya, KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), ketua IKA ITS, mantan DPRD jatim, DPR-MPR RI, Tokoh Senior DHD ’45, Soksi, PII, REI dan banyak organisasi yang terus digeluti sejak muda hingga hari ini," ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (4/5/2021).

Dengan sepak terjang dan pengabdiannya di DPR/MPR serta di Dewan Harian Daerah 45 serta di berbagai tempat lainnya, lanjut Djuwono, seharusnya layak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

Baca juga: Hasil Swab Negatif, Empat Pekerja Migran Asal Bojonegoro yang Dikarantina Lega Boleh Pulang

"Beliau memang sudah menurun kesehatannya sejak sepuluh bulan yang lalu, Di usianya yang mendekati 83 tahun, ia lebih banyak menghabiskan waktunya diatas tempat tidur dan masih sering menemui tamu-tamu dari beragam organisasi, ormas dan kelompok masyarakat yang masih sangat mengharapkan petuah,nasehat dan arahan dari beliau," tuturnya.

Radian Jadid, junior sekaligus murid dari Moestahid menjelaskan, rencana jenazah akan dimakamkan di TPU Keputih.

Diberangkatkan dari rumah duka Selasa (4/5/2021) pukul 10.00 menuju ke kampus ITS Sukolilo, untuk mendapatkan penghormatan terakhir.

"Jenazah terlebih dahulu akan disholatkan di Masjid Manarul Ilmi ITS sebelum menuju ke peristirahatan terakhir di TPU Keputih Sukolilo Surabaya," terang Radian Jadid.

Dr. Yeyes Mulyadi, Kasubdit Kemahasiswaan ITS menyatakan sangat kehilangan atas wafatnya Moestahid Astari.

Menurutnya, Moestahid merupakan tokoh Jawa Timur bahkan bisa dikatakan tokoh nasional, yang sangat terkenal dan mempunyai kharisma yang diakui oleh berbagai kalangan.

"Beliau merupakan aset keluarga besar ITS yang terus menerus memelihara dan memompa kesejarahan lintas generasi, memberikan arahan dan wejangan di berbagai kegiatan dan aktifitas yang ada," ungkapnya.

“Kami sangat kehilangan beliau sebagai tokoh yang mempunyai wawasan dan pengetahuan yang mumpuni tentang organisasi dengan segudang sumbangsing pada bangsa yang sudah pernah ditorehkan,” tutur Yeyes.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved