Jumat, 17 April 2026

Berita Lamongan

Datang Bergelombang, 8 Pekerja Migran Kembali Ditampung di Rusunawa Lamongan

Total akumulatif terdapat 38 pekerja migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di Rusunawa Jalan Veteran.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hanif manshuri
Petugas saat membawa PMI untuk menjalani karantina di Rusunawa Jalan Veteran Kabupaten Lamongan 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Rusunawa yang menjadi tempat parkir sementara para pekerja migran Indonesia asal Lamongan, bertambah 15 orang penghuni.

Total akumulatif terdapat 38 pekerja migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di Rusunawa jalan Veteran.

Mereka yang dikarantina itu dipastikan tidak tertular Covid -19.

"Kalau PMI ada yang positif, langsung masuk rumah sakit Covid -19 lapangan di Indrapura Surabaya, " kata Dansatgas Repatriasi, Letkol Inf Sidik Wiyono didampingi Kabag Prokopim Lamongan, Arif Bachtiar, Selasa (4/5/2021).

Para pekerja migran itu pulang dari dua negara Malaysia dan Singapura.

Dari jumlah 38 pekerja migran yang dikarantina di Rusunawa, 23 di antaranya sudah pulang ke rumah masing-masing setelah menjalani karantina selama 3 hari dengan hasil tes negatif

"Sedang sisanya 15 orang masih menjalani karantina di Rusunawa, " katanya.

Baca juga: MUI Kota Malang Izinkan Salat Idul Fitri Digelar di Masjid

PMI asal Lamongan yang pulang karena masa kontrak kerja habis tiba secara bergelombang, pertama sebanyak 23 orang, kemudian disusul hari kedua 15 orang.

Hari ini informasinya ada 14 PMI asal Lamongan yang akan tiba dan Satgas juga akan melakukan penjemputan.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lamongan Jawa Timur memberlakukan SOP secara ketat terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lamongan sejak hari pertama tiba di Indonesia.

TNI - Polri bersama Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 langsung membawa mereka yang datang bergelombang ke Rusunawa di jalan Veteran untuk menjalani karantina.

Meski saat tiba di Bandara Juanda Surabaya, puluhan PMI itu sudah menjalani tes PCR dan diinapkan di Asrama Haji Sukolilo selama dua hari, begitu pulang ke Lamongan dikarantina lagi.

"Kami kawal dan sudah dilakukan langkah antisipasi dengan disemprot disinfektan serta tes kesehatan," katanya.

Ditambahkan, meski sebelumnya sudah ada tes PCR saat tiba di Surabaya, Pemkab Lamongan tidak ingin kecolongan ada penularan sepertinya di India.

Bukan berarti kedatangan PMI ini ditelantarkan, namun untuk sementara harus mentaati prosedur yang diberlakukan di Lamongan, yakni harus menjalani karantina dan pemeriksaan kesehatannya untuk beberapa hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved