Breaking News:

Berita Mojokerto

Pemkot Mojokerto Salurkan Bansos bagi Masyarakat Non-PKH di Bulan Ramadan

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyalurkan bantuan sosial berupa sembako bagi masyarakat kurang mampu selama bulan suci Ramadan 2021.

Surabaya.Tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meninjau penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu di halaman Rumah Rakyat Jl. Hayam Wuruk. 

Penulis : Muhammad Romadoni | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyalurkan bantuan sosial berupa sembako bagi masyarakat kurang mampu selama bulan suci Ramadan 2021.

Bantuan sosial tersebut diberikan untuk warga yang belum terdata dalam Program Keluarga Harapan (PKH) meliputi tukang becak, lansia kurang mampu, disabilitas dan anak yatim non panti.

Adapun paket sembako yang diberikan yaitu barang kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak, kecap manis, teh celup dan gula.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari sempat meninjau penyaluran bantuan untuk tukang becak sebanyak 544 orang dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat di Pendopo Rumah Rakyat Hayam Wuruk.

Penerima bantuan sebanyak 544 orang berasal dari tiga kecamatan yang berada di 18 kelurahan, di antaranya Kecamatan Kranggan sebanyak 142 orang, Kecamatan Magersari 223 orang dan Kecamatan Prajurit Kulon 179 orang.

Ning Ita sapaan Wali Kota Mojokerto, mengatakan bantuan-bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Mojokerto tidak hanya disalurkan kepada tukang becak saja, melainkan juga diberikan untuk
300 orang penyandang disabilitas, 1.451 lansia kurang mampu dan 335 anak yatim non panti.

"Untuk penyandang disabilitas, kami memberikan bantuan berupa sembako senilai Rp 200 ribu, yang berisi beras, minyak goreng, mie instan dan gula pasir," ungkapnya, Rabu (28/4/2021).

Penerima bantuan bagi penyandang disabilitas di tiga kecamatan, rinciannya yakni 84 orang dari Kecamatan Kranggan, 139 orang dari Kecamatan Magersari dan 77 orang dari Kecamatan Prajurit Kulon. Kriteria penyandang disabilitas penerima bantuan adalah mereka yang mengalami disabilitas fisik, disabilitas sensorik, disabilitas mental dan disabilitas intelektual khususnya dari keluarga yang kurang mampu.

Sedangkan, bantuan untuk lansia kurang mampir diberikan oleh pemerintah daerah kepada 1.451 orang dari tiga kecamatan. Di antaranya 422 orang dari Kecamatan Kranggan, 557 orang dari Kecamatan Magersari dan 472 orang dari Kecamatan Prajurit Kulon.

Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai senilai Rp 500 ribu yang disalurkan melalui kantor pos dan dikirim langsung ke rumah masing-masing penerima bantuan lansia.

Kemudian, bantuan anak yatim non panti sebanyak 335 orang yang masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta. Bantuan-bantuan ini disalurkan oleh Pemerintah Daerah secara bertahap selama empat hari mulai 27 April sampai 30 April 2021.

"Melalui bantuan-bantuan ini kami berharap dapat membawa manfaat sekaligus dapat menyambung kebutuhan hidup sehari-hari selama pandemi Covid-19 belum usai," ucap Ning Ita.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved