Selasa, 7 April 2026

Inilah Protap Baru Jemaah Haji Indonesia 2021, Banyak Tes dan Karantina

Ada delapan prosedur yang harus dilakukan jemaah sebelum, saat dan sesudah berangkat haji pada 2021.

Editor: Suyanto
Kompas.com
Ka'bah 

SURYA.co.id I JAKARTA - Meski belum ada kepastian soal penyelenggaran haji tahun 2021, pemerintah Indonesia melalui kementerian agama (Kemenag) telah menyusun protap baru jemaah haji selama masa pandemi.

Ada delapan prosedur yang harus dilakukan jemaah sebelum, saat dan sesudah berangkat haji pada 2021.

1. Setiap jemaah haji harus lakukan dua vaksin, Covid-19 dan menginitis

"Sebelum melaksanakan proses rangkaian ibadah haji, setiap jemaah haji wajib menjalankan dua vaksinasi, yaitu vaksinasi Covid-19 dan meningitis," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Ramadan Harisman, dikutip dari keterangan tertulisnya pada Rabu (28/4/2021).

"Untuk vaksinasi Covid-19, saya berharap Kabid PHU (penyelenggaraan haji dan umrah) di tiap provinsi harus memastikan jemaah haji yang akan berangkat sudah divaksin," ujar dia.

2. Karantina di Asrama Hajia 3 x 24 jam jelang berangkat.

Ramadan mengatakan, saat tiba di asrama haji, jemaah akan menjalani swab antigen. Kemudian, pada hari ketiga jemaah akan kembali melakukan tes usap (swab) polymerase chain reaction (PCR).

Jika hasilnya negatif, jemaah haji berangkat ke Arab Saudi, namun apabila hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri di asrama haji.

4. Karantina tiba Arab Saudi selama 3 x 24 jam
Setibanya di Arab Saudi, para jemaah akan dikarantina dalam hotel di Mekkah, karena kemungkinan jemaah yang diberangkatkan hanya sedikit maka semuanya akan turun di Jeddah.

Jemaah haji akan dikarantina selama 3 x 24 jam di hotel dengan kapasitas maksimal dua orang per kamar. "Setelah dikarantina selama 3 x 24 jam, jemaah haji akan tes PCR swab kembali.

Jika hasilnya negatif, pada hari ke-4 jemaah bisa melaksanakan umrah. Jika hasilnya positif, akan dilakukan isolasi mandiri pada hotel di Makkah," ucapnya.

5. Saat miqot
Langkah berikutnya yang harus dilakukan dam diperhatikan jemaah adalah miqat dengan protokol kesehatan.

Menurut Ramadan, jemaah haji yang akan melaksanakan umrah wajib diberangkatkan dengan menggunakan bus menuju tempat miqat dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah Saudi.

5. Kegiatan selama di Mekkah
Selain umrah wajib dan thawaf Ifadhah di Masjidil Haram, jemaah diberikan kesempatan tiga kali ke Masjidil Haram dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. "Sementara pergerakan jemaah saat puncak ibadah haji akan menyesuaikan dengan ketentuan di Arab Saudi," tuturnya.

6. Tes PCR jelang balik ke Tanah Air

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved