KRI Nanggala 402
Sosok Muhammad Faqihudin Munir, Awak KRI Nanggala 402: Selalu Minta Didoakan Selamat Saat Bertugas
Berikut Sosok Faqihudin, awak KRI Nanggala 402 yang dinyatakan tenggelam, keluarga terus berusaha mendoakan, Sabtu (24/4/2021)
Penulis: Abdullah Faqih | Editor: Iksan Fauzi
Kepada Kepala Desa Pulotondo, Mawardi, ayah dua anak meminta Faqihudin didoakan di setiap musala atau masjid.
“Saya mohon diumumkan di musala atau masjid, supaya mendoakan anak saya agar bisa cepat ditemukan,” ucap Matroji, Sabtu (24/4/2021), saat ditemui SURYA.CO.ID di rumahnya.
Matroji berkisah, anaknya selalu menghubungi setiap kali akan berlayar bersama Nanggala 402.
Terakhir Faqihudin menelepon pada Senin (19/4/2021) lalu.
Putranya itu mengaku akan berlayar dari Surabaya menuju ke Bali.
“Kalau telepon pasti cerita mau berlayar ke mana, terus minta didoakan agar selamat,” ujar Matroji.
Keluarga tahu kabar kecelakaan Nanggala 402 dari tayangan Youtube.
Masih menurut Matroji, saat itu istrinya tengah memutar Youtube dan melihat berita Nanggala 402.
Mengetahui kapal itu yang biasa diawaki oleh Faqihudin, meledaklah tangis keluarga ini.
“Begitu tahu Nanggala 402, la itu kan kapal anak saya. Hari Rabu dan Kamis kemarin saya tidak bisa diajak ngomong (karena sedih),” ujarnya.
Kini Matroji lebih bisa menguasai emosinya dan berupaya mendoakan yang terbaik buat Faqihudin.
Ia mengaku memasrahkan semua kepada Allah yang mengendalikan alam.
Selain Faqihudin, warga Ngunut Tulungangung lainnya yang berada dalam KRI Nanggala 402 adalah Sertu Ardi Ardiansyah (25).
Sertu Ardi merupakan warga Dusun Jenon, Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut.
Ardi diketahui baru empat bulan menikah.