Jumat, 5 Juni 2026

Kuliner

Empat Kuliner Khas Gresik yang Patut Dicoba, Mulai Nasi Krawu Hingga Ikan Sembilang

Terdapat dua jenis serundeng, yaitu serundeng kuning yang gurih dan serundeng merah dengan rasa pedas.

Tayang:
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/wiwit purwanto
Ikan Sembilang Masak Kuning kuliner khas Kabupaten Gresik 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Menghabiskan waktu libur Lebaran bagi warga yang tidak bisa mudik, bisa dengan berburu kuliner khas di daerahnya.

Seperti warga Kabupaten Gresik, ada sejumlah kuliner yang tidak boleh dilewatkan.

Berikut di antaranya :

1. Nasi Krawu

Nasi krawu merupakan kuliner yang populer di Kota Gresik, Jawa Timur.

Walaupun dikenal sebagai kuliner khas Gresik, sebenarnya nasi krawu berasal dari Madura.

Awalnya, nasi krawu dibawa para perantau dari Madura yang berjualan di Gresik.

Nasi Krawu terdiri dari daging suwir, srundeng serta sambal khas.

Daging suwir merupakan daging sapi yang dimasak bersama jeroan sapi seperti babat, usus, hati dan kemudian disuwir-suwir.

Untuk serundengnya disajikan dalam dua varian yakni kuning dan merah.

Nasi Krawu kuliner khas Kabupaten Gresik
Nasi Krawu kuliner khas Kabupaten Gresik (surya.co.id/wiwit purwanto)

Sedangkan sambalnya memiliki rasa khas. Untuk daging suwir dimasak dengan cara disemur dengan bumbu khusus sehingga memiliki cita rasa yang khas.

Kemudian untuk serundengnya terbuat dari parutan kelapa.

Terdapat dua jenis serundeng, yaitu serundeng kuning yang gurih dan serundeng merah dengan rasa pedas.

Ciri khas dari nasi krawu terletak pada penyajiannya yang hanya menggunakan selembar daun pisang atau dalam istilah Jawa dikenal dengan pincuk.

Ada dua jenis penyajian nasi krawu yakni basah dan kering.

Bedanya, untuk nasi krawu basah akan diberi sedikit kuah, sedangkan nasi krawu kering tanpa kuah.

Salah satu kedai Nasi Krawu di Gresik yang cukup terkenal adalah Nasi Krawu Bu Tiban di Jalan Veteran.

2. Ikan Sembilang Masak Kuning

Sebagai kota yang banyak dengan tambak ikannya kuliner ikan dengan beragam olahannya banyak didapat di sepanjang Jalur Pantura ini.

Di antaranya adalah Ikan Sembilang yang dimasak kuning atau biasa dikenal dengan Kelo Kuning, menjadikan kuliner khas Gresik ini diburu orang.

Di masyarakat pesisir Gresik banyak sekali olahan ikan.

Salah satu yang kini banyak diburu pecinta dan penikmat kuliner adalah Ikan Sembilang Kelo Kuning.

Banyak di kawasan Pantura warung warung yang menyediakan olahan Ikan Sembilang ini.

Ikan Sembilang Masak Kuning kuliner khas Kabupaten Gresik
Ikan Sembilang Masak Kuning kuliner khas Kabupaten Gresik (surya.co.id/wiwit purwanto)

Namun yang menjadi jujugan adalah Warung Cak Kasan, di Desa Mengare, Gresik.

Ikan Sembilang ini cukup direbus dengan bumbu rempah lengkap, serta cabe utuh.

Daging ikan Sembilang ini seperti ikan bandeng, tapi duri tidak begitu banyak seperti ikan bandeng.

Cukup murah makan di Warung Cak Kasan. Semangkok Ikan Sembilang dan nasi hanya Rp 20.000.

Selain ikan sembilang Kelo Kuning, juga ada ikan Keting, bandeng dan cumi.

Di Warung Cak Kasan ini juga sederhana, pengunjung yang makan disini hanya disediakan tempat lesehan dari bambu tanpa meja.

3. Sate Laler Alun alun Sidayu

Berjalan ke arah barat lagi maka akan ketemu dengan alon alon Sidayu.
Nah di sekitar alon alon Sidayu ini ada kuliner yang banyak jadi jujugan orang di dalam perjalanan ke Gresik, yakni sate laler.

Kudapan sate, banyak orang sudah mengenalnya, biasanya sate biasa dengan porsi daging yang cukup tebal.

Di Gresik ternyata ada sate berukuran kecil, namanya sate laler.

Nama sate laler atau lalat ini hanyalah sebuah nama, karena ukuran daging yang ditawarkan kepada para pelanggan cukup kecil dibanding ukuran daging sate biasanya.

Daging yang digunakan adalah daging kambing muda.

Tekstur daging yang kenyal dan bumbu kacang membuat para penikmat sate akan ketagihan mencobanya.

Sate laler ini merupakan salah satu kuliner wajib jika berkunjung di Gresik saat malam hari.

Lokasinya berada di pojok Alun-alun Sidayu, Kecamatan Sidayu.

Seporsi sate laler irisan daging kambing muda kecil kecil dengan bumbu kacang.

Sate Laler kuliner khas Kabupaten Gresik
Sate Laler kuliner khas Kabupaten Gresik (surya.co.id/wiwit purwanto)

Pedagang sate ini punya ciri khas dari penampilan depan hingga mudah dijumpai.

Yakni sate dijual dengan cara lesehan dan ditempatkan di rombong pikul dari bambu. Lonjoran bambu dibiarkan sebagai tempat menggantung kambing yang sudah dipotong.

Selain itu ciri khas lain, warung sate ini bersuasana remang-remang. Tidak ada lampu terang yang menerangi tempat ini.

Penjual hanya memasang cahaya lampu teplok berkekuatan 2,5 watt atau lampu obor dari api yang dipasang di depan.

Suasananya masih sama seperti saat pertama buka.

Meski dihidangkan dengan ukuran yang kecil. Ternyata, pecinta kuliner sate laler ini mampu menarik minat para pejabat di Kabupaten Gresik.

Peminat sate ini sangat beragam, dari warga biasa hingga pejabat tingkat kabupaten, seperti bupati.

Rata-rata mereka ketagihan dengan hidangan sate laler. Hingga tidak cukup makan satu porsi.

Bahkan saat ada hajatan sebelum pandemi, ia sering diajak untuk menyediakan menu sate laler.

4. Nasi Menir

Kuliner ini namanya nasi menir atau sego mener.

Seperti nasi krawu, nasi menir tergolong langka karena penjualnya sangat sedikit.

Sungguh sayang jika warisan kuliner ini tergerus ditelan zaman.

Nama nasi menir berasal dari beras menir, yaitu beras yang digunakan untuk dimasak menjadi nasi.

Beras menir adalah beras pecahan atau patahan hasil gilingan padi.

Nasi menir menggunakan kuah sayur campuran dengan ulekan beras menir. Nasi menir memiliki cita rasa segar.

Penampilan nasi menir mirip sayur bening atau bayam. Bedanya, kuah tidak terlalu bening dan sayuran yang digunakan daun kangkung dan labu.

Nasi Menir kuliner khas Kabupaten Gresik
Nasi Menir kuliner khas Kabupaten Gresik (surya.co.id/wiwit purwanto)

Penjual nasi menir sudah jarang dijumpai. Tapi, di Pasar Gresik masih ada penjual nasi menir seperti sego mener Akim Kayat, Nasi Menir Buk Marjani, dan Buk Zaenab.

Biasanya penjual nasi menir juga berjualan nasi krawu.

Sesuai namanya, nasi ini memakai kuah sayur yang dicampur ulekan beras menir yaitu beras pecahan atau patahan hasil gilingan padi.

Namun, di depot Mbuk Marjani ini kuah tidak terlalu keruh malah cenderung jernih mirip sayur bayam bening.

Seperti apa ya nasi menir ini? Rajangan kangkung direbus dengan bumbu berupa kunci, bawang putih, bawang merah, dan ulekan beras. Garam dan gula ditambahkan untuk memperkuat rasa.

Nasi menir semakin sedap karena disajikan di atas piring berlapis daun pisang.

Nasi putihnya disiram kuah sayur menir dan didampingi sambal mangga muda atau pencit, lauk babat kecap, pindang goreng, gimbal udang, atau daging.

BACA BERITA KULINER LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved