Batas Cadangan Oksigen KRI Nanggala 402 dan Upaya Pencarian Sebelum Habis
Batas cadangan oksigen KRI Nanggala 402 diungkap KSAL Laksamana Yudo Margono, berikut upaya pencarian sebelum habis.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Batas cadangan oksigen KRI Nanggala 402 diungkap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.
TNI AL berupaya segera melakukan pencarian untuk menemukan Si Monster Laut itu, sebelum persediaan oksigen habis.
Upaya pencarian Naggala 402 bahkan melibatkan negara sahabat, di antaranya Singapura dan Malaysia.
Dikutip dari Antaranews.com, Pusat Penerangan TNI menyampaikan bahwa lima kapal perang dan satu helikopter TNI AL sedang melaksanakan operasi pencarian.
Kelima kapal tersebut meliputi KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724 dan Helly Panther.
Baca juga: Apa Penyebab KRI Nanggala 402 Hilang Kontak? Peneliti LIPI hingga Pengamat Militer Angkat Bicara
Baca juga: Profil Salim Nauderer, Resmi Jadi Kekasih Rachel Vennya? Blesteran German dan Pengusaha Muda
Baca juga: Kurang Sigap Tolong Perawat RS Siloam Saat Dianiaya TJ, Satpam Langsung Ditindak Tegas
Cadangan oksigen
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono sebelumnya mengatakan, cadangan oksigen di kapal selam KRI Nanggala-402 hanya bisa bertahan selama 72 jam dalam kondisi black out.
Untuk itu, TNI serta sejumlah pihak yang turut membantu pencarian harus berpacu dengan waktu untuk menemukan dan menyelamatkan 53 awak kapal selam yang hilang di perairan utara Bali pada Rabu (21/4).
"Bila kondisi black out mampu 72 jam, kurang lebih 3 hari. Jadi, saat kemarin hilang kontak jam 3, bisa sampai hari Sabtu jam 3, sehingga 72 jam. Mudah-mudahan segera ditemukan sehingga cadangan oksigen masih ada," ujar Yudo saat konferensi pers, Kamis (22/4), Melansir Kontan.co.id, berjudul 'KRI Nanggala-402 hilang, hanya punya 72 jam selamatkan awak sebelum oksigen habis',
Yudo menyebutkan, saat ini sejumlah negara telah menawarkan bantuan, di antaranya Singapura dan Malaysia. Kapal penyelamat milik kedua negara ini segera sampai di lokasi KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang kontak.
"Yang berangkat sudah Singapura dan Malaysia, delapan negara lainnya siap membantu," katanya.
Kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4) pagi. Kapal ini merupakan salah satu kapal selam yang resmi menjadi bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia pada 1981.
Menurut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang di perairan sekitar 60 mil atau sekitar 95 kilometer dari Utara Pulau Bali, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Kapal selam ini membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata. Adapun kapal hilang kontak saat komandan pelatihan hendak memberikan otoritas penembakan terpedo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kri-nanggala-402-hilang-1.jpg)