Breaking News:

Berita Nganjuk

KAI Daop 7 Intensifkan Pengamanan Jalur Kereta Api dari Aktivitas Warga di Bulan Ramadhan

Tidak hanya ngabuburit, bahkan warga banyak bermain di jalur KA yang dilakukan seusai shalat subuh.

Foto Istimewa KAI Daop 7 Madiun
Petugas keamanan KAI Daop 7 Madiun saat memberikan sosialisasi kepada warga agar tidak melakukan aktifitas di rel KA atau di dekat rel KA demi keselamatan semuanya. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Jajaran Pengamanan PT KAI Daop 7 Madiun rutin menggelar patroli jalur Kereta Api (KA).

Hal itu dilakukan setiap pagi setelah shalat subuh dan sore menjelang waktu berbuka puasa untuk membubarkan masyarakat yang berkumpul dan beraktifitas di sekitar jalur KA.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, sejak datangnya Bulan Ramadan 1442H hingga sekarang ini banyak masyarakat yang melakukan tradisi “Ngabuburit” atau menunggu waktu berbuka puasa di sekitar jalur KA.

Tidak hanya ngabuburit, bahkan warga banyak bermain di jalur KA yang dilakukan seusai shalat subuh.

Bentuk permainan yang sering dilakukan mulai dengan bermain petasan, menaruh batu atau paku diatas rel saat KA akan melintas atau sekedar duduk-duduk dekat jalur KA.

"Hal itu tentu sangat membahayakan, baik perjalanan KA maupun masyarakat itu sendiri," kata Ixfan Hendriwintoko dalam rilisnya, Rabu (21/4/2021).

Dijelaskan Ixfan, sesuai aturan keberadaan masyarakat di jalur KA tersebut tidak dibenarkan.

Sebagaimana disebutkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian pasal 38 di mana Ruang manfaat jalur KA diperuntukan bagi pengoperasian KA dan merupakan daerah tertutup untuk umum.

Ketentuan tersebut, menurut Ixfan, juga dipertegas dalam Pasal 181 ayat (1) yang menyebutkan, setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur KA, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur KA, atau menggunakan jalur KA untuk kepentingan lain selain untuk angkutan KA.

"Bahkan, bagi masyarakat yang masih nekad bermain dan beraktifitas di ruang manfaat jalur KA diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta, sebagaimana yang tertulis di pasal 199 pada UU tersebut," ujar Ixfan.

Ditambahkan Ixfan, dalam sepekan pada bulan puasa Ramadan di wilayah Daop 7 Madiun telah terjadi dua kali kejadian kereta api tertemper anak-anak yang sedang bermain di sekitar jalur KA untuk menunggu waktu berbuka.

"Makanya, kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktifitas di sekitar jalur KA, juga bagi para orang tua agar mengingatkan anak-anaknya supaya tidak bermain di sekitar rel, selain mengganggu perjalanan KA, hal itu bisa membahayakan nyawa anak-anak itu sendiri," tutur Ixfan.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved