Breaking News:

Sambang Kampung

Wujud Ketahanan Pangan dan Ekonomi, Warga Medokan Ayu Surabaya Ternak Burung Puyuh dalam Rumah

Minimnya lahan diperkotaan membuat warga RW 12 Medokan Ayu, Kota Surabaya, beternak burung puyuh di dalam rumahnya.

SURYA.CO.ID/Ahmad Zaimul Haq
BUDIDAYA TELUR PUYUH - Saiful Rizal, warga Medokan Ayu menunjukkan telur puyuh yang dibudidayakan memanfaatkan lahan kosong di rumahnya, Senin (19/4/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Minimnya lahan diperkotaan tak membuat warga RW 12 Medokan Ayu, Kota Surabaya, beternak burung puyuh di dalam rumahnya.

Yaitu, Saiful Rizal yang mulai beternak burung puyuh petelur sejak awal tahun 2021.

Baginya beternak Puyuh tak hanya sebagai tambahan kesibukan di rumah saja, tetapi juga menjadi sumber tambahan ekonomi keluarganya.

"Saya belajar otodidak merawat Puyuh ini, awalnya saya taruh di lantai atas biar terbuka. Tapi ternyata rawan stress karena panas cuacanya. Akhirnya saya pindah di dalam rumah,"ujarnya.

Berada di bagian belakang rumahnya, kandang burung Puyuh ini diatur rapi hingga bisa menampung hingga 1.100 burung puyuh. Pasokan minum burung Puyuh ini juga diatur secara otomatis lewat selang.

Sementara makanan rutin diberikan tiap hari, sekaligus membersihkan kotoran burung.

Saiful juga mencoba berbagai vitamin agar kotoran burung puyuh tidak menimbulkan bau yang mengganggu karena berada di dalam rumah.

"Setelah 15 hari dari saya beli bibitnya, mereka akan beryelur terus tiap hari sampai 1,5 tahun. Kalau sudah tidak bertelur nanti bisa dijul lagi, ada penadahnya,"ujar pria yang juga petani tebu di Situbondo ini.

Dikatakan Saiful, setiap harinya ia bisa memanen 10 kilogram telur puyuh. Yang kemudian ia jual ke pasar seharga Rp 24 ribu perkilo.

Rencananya, ia juga akan mulai memasarkan telur puyuh ke warga sekitar. Sehingga warga bisa membeli telur puyuh dengan harga lebih terjangkau dari di pasaran.

"Nanti kalau saya harus kerja di luar rumah anak saya yang masih SMP yang bagian ksih makan, bersihkan kandang dan panen. Sudah belajar dia,"lanjutnya.

Tak mau menyia-nyiakan limbah kotoran burung Puyuh, kotoran itu dikumpulkn Saiful untuk dijadikan pupuk bagi warga sekitarnya.

Ketua Kampung Hidroponik Surabaya dan koordinator lingkungan RW 12, Reni Susilawati menambahkan, aktivitas warga di kampungnya memang banyak yang memulai ternak dan berkebun. Hal ini sebagai wujud ketahanan pangan dan ekonomi warga.

"Apalagi usaha warga ini juga bisa sebagai eduwisata warga lainnya untuk sama-sama menghasilkan produk dari rumah,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved