Breaking News:

SIG

Program SIG Mandiri Beri Pelatihan UMKM untuk Tingkatkan Produktivitas

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar pelatihan menjahit di Kabupaten Gresik.

Foto: sig untuk surya.co.id
UMKam mitra binaan SIG di Rembang, Jawa Tengah mengikuti pelatihan pertanian terpadu, Kamis (15/4/2021).  

 SURYA.co.id | GRESIK - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar pelatihan menjahit di Kabupaten Gresik.

Selain itu digelar pelatihan pertanian terpadu di Kabupaten Rembang.

Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan produktivitas bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasional Perseroan, Kamis (15/4/2021).

Pelatihan menjahit pakaian wanita dan anak, diikuti oleh 16 ibu rumah tangga dan anggota PKK Kelurahan Singosari, Gresik.

Kegiatan dilaksanakan selama selama 5 hari. Pelatihan yang diberikan diantaranya metode teori, demonstrasi dan praktik menjahit.

Selain itu, SIG juga memberikan 16 mesin jahit tipe 23 pola jahitan kepada para peserta.

Sedangkan di Kabupaten Rembang, SIG memberikan pelatihan pertanian terpadu bagi 40 UMKM mitra binaan sektor peternakan.

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari di Auditorium Fave Hotel.

Program pelatihan meliputi cara budidaya sapi, domba, ayam serta pengolahan limbah ternak menjadi bio gas.

General Manager of CSR SIG, Edy Saraya mengatakan, melalui Program SIG Mandiri, kegiatan ini merupakan wujud kontribusi nyata SIG bagi masyarakat dalam peningkatan ekonomi, terutama masyarakat sekitar perusahaan.

“Melalui pelatihan ini, SIG berharap, para pelaku UMKM dapat meningkatkan kualitas produk, lebih kreatif serta terus berinovasi demi menjaga kelangsungan usahanya terutama dimasa Pandemi Covid-19,” kata Edy Saraya.

Syamsuddin, salah satu mitra binaan sektor peternakan SIG dari Desa Lodan Kulon, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengatakan, Kabupaten Rembang memiliki potensi besar dalam peternakan, karena didukung  potensi alam yang baik. 

"Melalui pelatihan ini sangat mendukung upaya peternak dalam memaksimalkan potensi peternakan," kata  Syamsuddin. 

Lebih lanjut Syamsuddin, menambahkan, dalam pelatihan tersebut banyak ilmu yang didapat, di antaranya cara membuat pakan ternak alternatif, cara merawat hewan ternak yang baik dan cara mengolah kotoran ternak menjadi kompos yang ternyata dapat menambah penghasilan para peternak. 

Semoga, adanya pelatihan ini kedepan, pengelolaan ternak hewan lebih produktif dan hasilnya bisa menambah penghasilan peternak,” imbuhnya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved