Senin, 18 Mei 2026

Berita Blitar

Nekat Masuki Rumah Warga Yang Sedang Shalat Tarawih, Pria di Blitar Berakhir Babak Belur

Karuan, mendengar teriakan korban warga semburat keluar dan mengepung pelaku yang belakangan diketahui berinisial TA (27), warga Desa/Kecamatan Ponggo

Tayang:
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Perampas HP di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar tidak berdaya setelah dihajar massa karena merebut HP, Rabu (14/4/2021) malam. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Saat umat Islam persiapan menunaikan shalat Tarawih, Rabu (14/4) petang, mendadak digemparkan aksi pencurian handphone (HP). Pelaku berusaha kabur setelah merebut HP dari tangan Adit (20), warga Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro.

Karuan, teriakan korban membuat warga semburat keluar dan mengepung pelaku yang belakangan diketahui berinisial TA (27), warga Desa/Kecamatan Ponggok. Karena jumlah massa banyak, pelaku tak bisa kabur dan seketika menjadi sasaran amuk massa.

Wajah pelaku pun babak belur akibat menjadi sasaran warga marah. Pengeroyokan terjadi di depan rumah korban, sampai pelaku tidak berdaya dengan kondisi terluka cukup parah.

Beruntung, ada warga yang melerai sehingga pelaku tidak mengalami nasib lebih buruk. "Untungnya, kami tiba di lokasi sehingga emosi warga diredam," kata , Kapolsek Kanigoro, AKP Suprapto.

Begitu diselamatkan dari aksi main-main hakim sendiri, pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit. Hingga Kamis (15/4), pelaku belum dibawa ke Polsek Kaniogoro karena masih dirawat.

Namun barang bukti hasil kejahatannya, yaitu HP Xiaomi milik korban sudah diamankan. Termasuk sepeda motor pelaku, Honda Scoopy.

Menurut Suprapto, kejadian itu terjadi usai Maghrib setelah masyarakat berbuka puasa. Diduga saat itulah pelaku datang dan berputar-putar seperti sedang mencari sasaran. Pelaku berangkat dari rumah siang hari karena tak punya tujuan yang jelas. Jarak rumahnya dengan rumah korban sekitar 15 KM.

Tetapi aksi pelaku memang nekat. Bagaimana tidak, ia semula berhenti di depan rumah korban yang saat itu terbuka dan dari luar terlihat sepi. Itu orangtua korban memang sudah pergi ke masjid untuk persiapan shalat Tarawih.

"Melihat ada rumah terbuka, pelaku menyelonong masuk. Dan motornya ditinggal di tepi jalan raya yang arus lalu lintasnya sedang padat," paparnya.

Di dalam rumah, pelaku agak heran karena situasi sepi. Dan saat itulah itu melihat korban bermain HP di depan televisi, yang masih kekenyangan dan tidak melihat pelaku masuk.

Tanpa membuang waktu, pelaku mendekat dan merenggut HP dari tangan korban lalu berlari ke depan.
"Korban yang kaget langsung berteriak keras, maling-maling. Mendengar teriakan itu, warga yang baru berbuka puasa itu langsung mendatangi asal teriakan tersebut," papar Suprapto.

Saat dipergoki warga, pelaku berusaha kabur dengan motornya. Malangnya, saat itu jalan raya sedang padat kendaraan, yaitu jalur menuju ke kampus UNU (Universitas Nahdlatul Ulama), ke asmara Yonif, ke arah Kota Blitar.

Entah siapa yang memulai, warga langsung menghujani pelaku dengan pukulan hingga babak belur. "Kami belum memeriksanya secara detail karena kondisi pelaku belum memungkinkan untuk diperiksa," pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved