Jumat, 24 April 2026

Apotek Online Lifepack

LIFEPACK: Perbandingan Jenis Vaksin Corona dan Efek Samping yang Ditimbulkan

LIFEPACK: Perbandingan jenis vaksin corona dan efek sampingnya. Sinovac, Pfizer Inc and BioNTech hingga Astrazeneca

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
Freepik by Freepik
(Ilustrasi) Perbandingan jenis vaksin corona dan efek sampingnya. 

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

SURYA.CO.ID - Berikut perbandingan sejumlah vakin corona beserta efek samping yang ditimbulkan.

Pemberian vaksin corona saat ini memang sudah berjalan namun dibutuhkan kedisiplinan dari kita semua untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Masyarakat juga wajib tahu bahwa ada lebih dari 1 jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia.

Beberapa pilihan vaksin ini memiliki sifat yang berbeda meskipun tujuannya sama yaitu membentuk imunitas terhadap virus corona.

Berikut akan dibahas perbandingan 6 jenis vaksin serta efek samping yang bisa ditimbulkan seperti dilansir dari Lifepack.id.

Baca juga: LIFEPACK: Deretan Fakta dan Hoaks Vaksin COVID-19, Ini Cara Kerja dan Manfaatnya pada Tubuh

Baca juga: LIFEPACK: Macam-macam Pemeriksaan dalam Medical Check Up, Berikut Manfaatnya

Baca juga: LIFEPACK: 5 Penyakit Pada Telinga Yang Perlu Anda Ketahui Beserta Gejalanya

1. Astrazeneca

Jenis vaksin yang satu ini merupakan vaksin vektor adenoviral rekombinan yang memakai sebagian materi genetik patogen, SARS-CoV-2.

Materi genetik ini digunakan untuk merangsang munculnya respon imun pada tubuh.

Tingkat efikasi atau efektivitas perlindungan dari vaksin ini disebut mencapai lebih dari 70%.

Jenis vaksin ini tergolong aman dan cocok untuk didistribusikan ke masyarakat dalam jumlah besar.

Orang dengan kondisi penyakit kronis juga disebut aman untuk menerima vaksin ini.

Namun, perlu diketahui bahwa dibutuhkan suntikan penguat secara berkala agar efektivitas vaksin tetap terjaga.

Salah satu efek samping yang cukup kuat dari vaksin ini adalah rasa mengantuk dan lelah berlebihan.

2.  Moderna

Vaksin penghalau COVID-19 yang satu ini memanfaatkan messenger RNA.

Vaksin ini akan bekerja mengarahkan sel untuk membuat bagian protein S yang juga ditemukan pada virus corona.

Setelah terbentuk, maka sistem kekebalan tubuh akan mengenali hal tersebut sebagai anomali dan mulai membentuk antibodi.

Tingkat efektivitas perlindungan vaksin ini diketahui mencapai lebih dari 80%.

Vaksin ini menurut rencana akan disuntikkan kepada golongan penduduk berusia lebih dari 18 tahun.

Pemberian vaksin dilakukan lewat 2 kali suntikan. Suntikan kedua akan diberikan 28 hari setelah pemberian suntikan pertama.

Tidak ditemukan efek samping berarti pada individu yang sehat. Namun pada sebagian orang bisa saja muncul reaksi alergi berupa gatal-gatal dan bengkak.

3. Pfizer Inc and BioNTech

Vaksin corona yang satu ini disebut juga dengan nama BNT 162b2 dan sama seperti jenis sebelumnya, ia menerapkan teknologi mRNA.

Vaksin ini mengandung kode genetik dari virus yang akan masuk ke tubuh. Tubuh akan mengenali kode genetik tersebut sebagai bentuk anomali dan mulai terbentuklah antibodi.

Tingkat efikasi atau efektivitas perlindungan vaksin ini diketahui mencapai 95%.

Vaksin ini akan didistribusikan untuk golongan orang dengan usia 16 tahun ke atas. Tergolong aman, vaksin ini juga tidak menunjukkan reaksi negatif pada individu yang sehat.

Efek samping yang ditimbulkan meliputi nyeri pada bagian tubuh yang disuntik dan rasa mengantuk.

4. Sinovac

Ini dia jenis vaksin yang cukup populer tersebar di masyarakat luas. Nama vaksin ini memang pemberi harapan bagi masyarakat di Indonesia untuk bisa bebas dari wabah.

Vaksin ini mengandung virus yang telah dimatikan dan akan memicu munculnya antibodi saat disuntikkan ke tubuh.

Tubuh akan mengenali vaksin ini sebagai virus pemicu COVID-19.

Proses penyuntikan vaksin dilakukan sebanyak 2 kali dan tidak ditemukan reaksi negatif pada individu yang sehat.

Efektivitas perlindungan dari vaksin ini disebutkan lebih dari 65%. Beberapa efek samping yang mungkin muncul juga tergolong ringan seperti demam, rasa mengantuk, mual, juga nyeri pada bagian yang disuntik.

5. Novavax

Pilihan vaksin lainnya yang juga akan didistribusikan adalah Novavax. Vaksin ini dikembangkan oleh Amerika Serikat dan menggunakan konsep tradisional.

Vaksin mengandung spike protein yang dibuat mirip dengan spike milik virus corona.

Hasilnya, saat vaksin disuntikkan ke tubuh maka tubuh akan mengenalinya sebagai virus dan membentuk antibodi.

Vaksin Novavax juga diketahui mengandung matrix-M yang mampu meningkatkan respon antibodi dalam tubuh. Vaksin ini diketahui memiliki nilai efektivitas perlindungan sebesar 89,3%.

Efek samping yang bisa ditimbulkan dari vaksin ini adalah demam, nyeri otot, sakit kepala, muntah, hingga bengkak di area suntikan.

6. Sinopharm

Vaksin berikutnya yang juga bisa didapatkan adalah Sinopharm. Vaksin ini terbuat dari virus corona yang telah dimatikan atau disebut inactivated virus.

Tubuh akan menerima vaksin ini dan menganggapnya sebagai virus yang masuk. Setelah itu antibodi akan terbentuk untuk melawan virus tersebut.

Menurut uji klinis, didapatkan nilai efektivitas perlindungan sebesar 79,34% dari jenis vaksin ini.

Vaksin Sinopharm sudah dipastikan aman dan hanya memberikan efek samping ringan hingga sedang.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi seperti demam ringan, kelelahan, sakit kepala, dan nyeri di bagian suntikan.

Menurut tim dokter Lifepack, dr. Irma Lidia mengatakan vaksin-vaksin tersebut memiliki platform yang berbeda dengan cara penyimpanan, dosis dan interval suntik yang  berbeda.

Namun vaksin tersebut telah menunjukkan efektivitas dan keamanan yang baik dan memenuhi syarat untuk digunakan saat pandemi ini oleh WHO.

Itulah perbandingan jenis vaksin beserta efek samping yang mungkin muncul. Setiap orang tentu bisa mendapatkan reaksi yang berbeda-beda.

Pastikan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan berkonsultasi sebelum menerima vaksin corona.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack.

Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Sumber:

CDC Gov: Possible Side Effects After Getting a COVID-19 Vaccine
CDC Gov: Different COVID-19 Vaccines  
UGM Expert: Having An Efficacy Rate of 65.3 Percent, Sinovac Vaccine Remains Safe

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved