Berita Entertainment
Fakta Siklon Tropis yang Jadi Penyebab Cuaca Ekstrem dan Bencana di NTT, Ini Imbauan BMKG
Berikut fakta siklon tropis yang menjadi penyebab cuaca ekstrem dan bencana di NTT. Puluhan orang dilaporkan meninggal. Ini imbauan dari BMKG.
Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
Penulis: Alif Nur | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Siklon Tropis disebut menjadi penyebab terjadinya cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timu (NTT).
Tak hanya cuaca ekstrem, wilayah Flowers Timur, NTT juga mengalami banjir bandang hingga tanah longsor.
Akibat bencana alam tersebut, puluhan warga dilaporkan meninggal dunia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama satu pekan ke depan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya 2 bibit siklon tropis yang dideteksi pada sabtu (3/4/2021).
Baca juga: Detik-detik Bangunan Penyimpan Kentongan di Kabupaten Kediri Longsor Diterjang Banjir
Baca juga: Update Virus Corona di Surabaya 5 April 2021: PPKM Mikro Diperpanjang dengan Tambahan 5 Provinsi
Baca juga: Wisata Gunung Kelud akan Kembali Dibuka, Pengunjung Diimbau Patuh Protokol Kesehatan
Berdasarkan paparan Deputi Bidang Meteologi BMKG Guswanto, kedua bibit siklon tersebut ialah bibit siklon tropis 90S di Samudera Hindia barat daya Sumatera dan 99s di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur.
"Intensitas kedua Bibit Siklon Tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia," kata Guswanto pada keterangan resmi dilansir dari Kompas.tv Dua Bibit Siklon Tropis, Masyarakat Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Bibit siklon berkontribusi cukup signifikan terhadap peningkatan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.
Keberadaan bibit ini dapat mendorong peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada meningkatnya ketinggian gelombang di sejumlah perairan di Indonesia.
Wilayah yang berpotensi hujan sedang-lebat: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.
Wilayah yang berpotensi hujan sangat lebat: Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Wilayah potensi angin kencang: Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan.
Wilayah berpotensi gelombang tinggi lebih dari 4 meter: Perairan barat Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu, Perairan P. Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Barat dan Selatan, Perairan Selatan Banten, Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai hingga Selatan Jawa Barat .
Wilayah berpotensi banjir bandang: Sulawesi Selatan dan NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/fakta-siklon-tropis-yang-menjadi-penyebab-cuaca-ekstrem-dan-bencana-di-ntt.jpg)