Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

Pandangan Sejumlah Pakar terkait Kontroversial Halal Haram Vaksin Astrazeneca di Kampus Unesa

Diskusi publik menyikapi halal haram Vaksin Astrazeneca di Auditorium Rektorat Unesa, Lidah Wetan, Sabtu (3/4/2021).

foto:unesa
Suasana diskusi publik menyikapi halal haram Vaksin Astrazeneca di Auditorium Rektorat Unesa, Lidah Wetan, Sabtu (3/4/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Halal atau haramnya Vaksin Astrazeneca hingga kini masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat.

Menyikapi isu miring tersebut, Unesa menggelar diskusi publik di Auditorium Rektorat Unesa, Lidah Wetan, Minggu (4/4/2021).

Diskusi menghadirkan PWNU Jatim, Guru Besar Unair, IDI, dan MUI Pusat.

Dalam sambutannya, Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan M Kes menjelaskan Unesa memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung kesehatan masyarakat dan membantu meluruskan polemik terkait halal atau haramnya Vaksin Astazeneca. 

“Polemik seperti ini akan memunculkan ketakutan dan kecemasan di masyarakat. Karena itu informasi atau isu miring harus diluruskan.

Adanya ulama, akademisi kesehatan dan psikologi merupakan sinergi yang tepat untuk mengedukasi dan memberikan informasi yang tepat untuk masyarakat terkait Vaksin Astrazeneca,” ujarnya.

Pendangan terkait halal haram vaksin ini diawaali Dr. KH. Fahrurrozi Burhan, Wakil Ketua PWNU Jatim dan Wasekjen MUI Pusat.

Mereka sepakat bahwavsemua produk yang beredar di Indonesia harus meminta fatwa halal MUI. 

Menurutnya, MUI memiliki auditor untuk menilai halal dan haramnya vaksin yang diajukan.

"Terkait vaksin, semua majelis fatwa di dunia menghukumi vaksin sebagai hal yang suci. Fatwa dari Mesir, Uni Emirat Arab pun semua mengatakan bahwa vaksin ini suci,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved