Breaking News:

Berita Malang Raya

Persiapan Pemilu 2024, KPU Batu Verifikasi Daftar Pemilih Agar Tak Terjadi Data Ganda

KPU Kota Batu menggelar rakor rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan triwulan pertama tahun 2021

Foto Istimewa KPU Batu
Anggota Komisioner KPU Batu, Heru Joko Purwanto saat memberikan laporan data pemilih di Kota Batu. 

SURYA.CO.ID, BATU - KPU Kota Batu menggelar rakor rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan periode triwulan pertama tahun 2021 di gedung KPU, Jalan Sultan Agung, Kota Batu, Senin (29/3/2021).

Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Batu, Heru Joko Purwanto mengatakan rekap daftar pemilih berkelanjutan sangat penting agar tidak terjadi data ganda.

Tak hanya untuk pemutakhiran data, namun juga untuk mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar aktif melaporkan setiap kali ada perubahan identitas pada dirinya.

Rekap ini sekaligus menyongsong untuk persiapan Pemilu 2024. Meskipun masih tiga tahun lagi, namun akurasi pendataan harus dilakukan.

"Diharapkan menjelang pemilu tahun 2024 tidak ada masalah data ganda lagi,” kata Heru, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar, Pengamanan Tempat Ibadah di Kabupaten Jember Ditingkatkan

Baca juga: Persiapan Land Clearing, Warga Ring Kilang Minyak Tuban Dapatkan Pelatihan K3

Baca juga: Tiga Pemuda Asyik Berjudi Kartu Remi saat Digerebek Polisi di Banyakan Kabupaten Kediri

Heru menerangkan, data yang paling krusial dalam rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan adalah NIK dan NKK invalid hingga pisah KK tapi tidak lapor.

"Nah permasalahan itu yang harus dicabut agar tidak timbul kegandaan daftar pemilih di Kota Batu dan di daerah asalnya. Untuk memperkecil adanya kegandaan data pemilih inilah tiap tiga bulan kami undang stakeholder terkait untuk membahasnya,” tambah Heru.

Pihaknya mencatat dari hasil rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan periode triwulan pertama tahun 2021 ada 156.270 daftar pemilih berkelanjutan di Kota Batu.

Kecamatan Batu ada 71.585 pemilih, Kecamatan Bumiaji 46.055 pemilih, dan Kecamatan Junrejo 38.630 pemilih.

Rapat tersebut juga dihadiri Dispendukcapil, Dinsos, Pepabri, dan pengurus partai di tingkat kota.

Harapannya ada kerja sama terkait pendataan bagi masyarakat yang memasuki usia 17 tahun, pergantian status penduduk baik meninggal atau pindah daerah.

"Serta yang terutama pada partai politik biar tidak apatis untuk ikut berpartisipasi mensosialisasikan kepada pemilih yang belum terdata. Juga bagi Bawaslu agar bisa berikan masukan pada kami terkait pemutakhiran data pemilih. Jadi tak hanya pengawasan," bebernya.

Penulis: Benni Indo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved