Bom Gereja di Makassar
Inilah Bom yang Diduga Dipakai Pelaku Bom Gereja di Makassar, Daya Ledak Cukup Besar & Mematikan
Inilah cara kerja Bom Panci, jenis bom yang dipakai pelaku Bom Gereja di Makassar. Daya Ledaknya Cukup Besar dan Mematikan.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
"Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD," kata Sigit saat meninjau lokasi kejadian.
Kapolri lantas mengungkap sepak terjang pelaku. Menurut dia, pelaku bom bunuh diri itu juga pernah melancarkan aksinya melakukan pengeboman di Filipina.
"Pelaku juga pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina," ucap Kapolri Listyo Sigit.
Listyo Sigit mengatakan, pihaknya meminta kepada masyarakat agar tenang dan tidak panik setelah terjadi insiden pengeboman tersebut.
Sebaliknya, kata Listyo Sigit, masyarakat agar tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. Polri bersama TNI memastikan bakal memberikan keamanan.
"Kami TNI-Polri akan memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat," ujar Listyo Sigit.
Sosok otak di balik ledakan Bom Gereja di Makassar
Jamaah Ansharut Daulah (JAD) adalah organisasi teroris yang berafiliasi ke ISIS.
Di balik organisasi itu ada seorang yang menjadi mastermind-nya atau dalangnya.
Mabes Polri mengungkap masih mengejar seorang terduga teroris bernama Saefullah alias Daniel alias Chaniago.
Penjaga perpustakaan Ponpes Ibnu Mas'ud itu bahkan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo pada akhie 2029 lalu mengatakan Saefullah mengendalikan dan memberi perintah kepada sejumlah terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia.
Salah satunya kepada terduga teroris N atau Novendri yang ditangkap di Padang, Sumatera Barat.
Saefullah mengarahkan N untuk mengirim uang kepada Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
"N ini ada pengendalinya, mastermind-nya saat ini atas nama Saefullah alias Daniel alias Chaniago. Yang bersangkutan sudah diterbitkan DPO oleh Densus 88 sebagai mastermind," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).