Pembunuhan di Malang

Cewek Yatim Piatu yang Dibunuh di Malang Karena Terlibat Cinta Segiempat, Begini Ceritanya

Penangkapan W berlangsung tak lama setelah jasad Ayu ditemukan. W ditangkap di daerah Kepulungan, Kabupaten Pasuruan.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Anas Miftakhudin

Selain itu diketahui juga, korban jarang berada di rumah.

Kapolsek Pakisaji, AKP Edi Purnama mengatakan, bahwa korban merupakan pemandu lagu di salah satu karaoke di wilayah Malang Raya.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat dianiaya, sebelum meninggal dunia.

Karena terdapat luka tusuk dan luka yang membekas dari paha hingga lingkar perut sebelah kiri korban.

"Di lokasi kejadian kami hanya menemukan tas yang diduga milik korban. Dugaan sementara Ayu diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh," ucapnya.

Edi mengatakan, keluarga korban telah mendatangi Polsek Pakisaji, guna memastikan, bahwa perempuan yang tewas tersebut merupakan anggota keluarganya. 

Kabar meninggalnya Ayu kata Edi telah viral di media sosial.

"Ini tadi kakaknya datang ke kantor untuk memastikan. Cuma kami tidak tahu kalau ada video yang sudah viral," ucapnya.

Dalam pertemuan dengan keluarga korban tersebut, Edi hanya menyampaikan, bahwa Ayu telah meninggal dunia. 

Namun, untuk kematian Ayu tersebut, polisi masih melakukan pendalaman. Apakah Ayu dibunuh, diracuni atau disebabkan karena hal lain.

"Intinya ini masih dugaan. Kami masih melakukan pendalaman. Karena untuk memastikan kami juga menunggu hasil visum dari rumah sakit," ucapnya.

Informasi yang didapat, korban diketahui tinggal dan mengontrak di wilayah Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

"Yang saya tahu, korban kerja, kontrak dan tinggal disana," tambahnya.

Namun dirinya mengaku, tidak tahu sama sekali pekerjaan korban.

Eko mengaku sudah lama tidak komunikasi dengan korban.

"Sudah lama tidak kontak dengan korban. Palingan kontak, ya pas korban datang ke rumah ibunya itu. Karena rumah saya dengan rumah ibu korban terpaut cukup jauh, jaraknya sekitar 300 meter," tandasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, pihak keluarga korban masih shock atas kejadian tersebut. Dan ia tidak berkenan untuk memberikan keterangan lebih lanjut, terkait peristiwa itu.

"Mohon maaf, keluarga masih shock. Sementara ini tidak berkenan untuk diwawancarai lebih lanjut," tandasnya.

Hingga Selasa (23/3/2021) pukul 22.06 WIB,  nampak mobil polisi bertuliskan Forensik Lapangan Polres Malang masih berada di Kamar Jenazah RSSA.

Sementara itu kabar yang diperoleh dari seorang relawan kemanusiaan yang enggan disebutkan namanya, menuturkan pihak keluarga berencana memakamkan jenazah korban pada malam ini juga.

"Pihak keluarga korban telah membuat galian makam di Taman Pemakaman Umum (TPU) Lemah Duwur. Persiapan pemakaman sudah 75 persen. Rencananya akan dimakamkan malam ini juga, setelah selesai dilakukan autopsi," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved