Breaking News:

Berita Entertainment

5 Alasan Lamaran Atta & Aurel Tuai Protes Keras Karena Disiarkan di TV, Balasan Keduanya Menohok

Inilah 5 alasan lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah diprotes keras karena disiarkan di TV. Balasan keduanya menohok.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Adrianus Adhi
RCTI
Acara lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah yang ditayangkan di stasiun TV swasta 

Penulis: Alif Nur | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.CO.ID - Inilah alasan acara lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah menuai kritik setelah disiarkan di stasiun TV swasta, Sabtu (13/3/2021).

Acara lamaran Atta dan Aurel menuai protes keras dari Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP).

Setidaknya ada 5 poin yang menjadi alasan KNRP memberikan protes terhadap tayangan lamaran keduanya yang disiarkan di televisi.

Berikut 5 poin yang disampaikan KNRP melalui siaran persnya dikutip dari Kompas.com 'Rangkuman Protes Penayangan Acara Lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah'

1. KNRP menolak keras rencana seluruh penayangan tersebut yang jelas-jelas tidak mewakili kepentingan publik secara luas dengan semena-mena menggunakan frekuensi milik publik.

2. KNRP menyesalkan sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang tidak segera menghentikan kegiatan tersebut, dengan menunggu secara pasif tayangan itu hadir dan baru akan memberikan penilaian. Padahal jelas-jelas isi siaran melanggar hak-hak masyarakat untuk mendapatkan tayangan yang lebih berkualitas.

3. KNRP menyesalkan KPI tak mau bertindak sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran Pasal 11 yakni "Lembaga Penyiaran wajib memperhatikan kemanfaatan dan perlindungan untuk kepentingan publik" dan Standar Program Siaran Pasal 13 Ayat 2 yang menyatakan: "Program siaran tentang permasalahan kehidupan pribadi tidak boleh menjadi materi yang ditampilkan dan/atau disajikan dalam seluruh isi mata acara, kecuali demi kepentingan publik".

4. KNRP menyesalkan sikap KPI yang abai terhadap berbagai keberatan dan kritik masyarakat melalui media sosial, dan pasif menunggu aduan di saluran pengaduan resmi KPI. Bukankah seharusnya KPI yang mewakili kepentingan masyarakat tidak perlu menunggu aduan resmi publik apabila secara nyata dan jelas-jelas melihat pelanggaran frekuensi publik di depan mata?

5. KNRP akan terus mengawasi dan memantau kinerja Komisioner KPI dan mengingatkan tentang kewajiban KPI untuk secara kritis dan sungguh-sungguh bekerja melaksanakan kewenangannya apabila melihat kondisi dan situasi yang merugikan publik di bidang penyiaran.

Baca juga: Ucapan Atta Halilintar Buat Krisdayanti Meleleh Meski Belum Dekat, Ungkap Getaran Hati Calon Mantu

Baca juga: Balasan Via Vallen saat Fotonya Muncul di Instagram Manchester United, Beri Doa untuk Klub Favorit

Baca juga: Akhirnya Nissa Sabyan Muncul Setelah Isu Perselingkuhan, Ekspresi Ayus dan Pesan Terakhir Disorot

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved