Webinar
Pakar Pendidikan Luar Sekolah: Kurikulum Anak Autis sangat Tergantung Perkembangan Anak
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Surabaya bekerjasama dengan JCI East Java menggelar Webinar Mengembangkan Kurikulum Bagi Anak Autis.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
Kemudian karakteristik ASD seperti sulit fokus, hambatan interaksi sosial hingga visual.
"Jadi semua harus diajarkan dan pengajarannya harus terstruktur. Seperti dalam melatih kemampuan membaca,"lanjutnya.
Menurut Jeany, pengajaran harus dilakukan secara terstruktur, mulai dari mengenal simbol huruf, suku kata hingga kata.
Dalam prosesnya, anak juga dilatih kemampuannya dalam hal kepatuhan.
"Kepatuhan diperlukan agar proses belajar kemampuan intelektual anak lainnya lebih mudah. Seperti belajar duduk untuk memulai belajarnya,"urainya.
Selain itu, kurikulum tiap anak memang berbeda karena ada anak yang unggul di bahasa, unggul di kepatuhan atau ketrampilan lainnya.
Ketua DWP kota Surabaya, Iis Hendro Gunawan sebagai penyelenggara mengungkapkan webinar ini diharapkan dapat memberikan tambahan edukasi bagi penyelenggara pendidikan inklusi maupun orang tua.
"Webinar ini sebagai upaya mencapai target dengan intervensi yang tepat, maka perlu dibuat kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Supaya anak bisa memgikuti dengan senang dan nyaman selama sesi intervensi,"urainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/webinar-penentuan-kurikulum-pendidikan-luar-sekolah.jpg)