Breaking News:

Berita Lamongan

Makin Banyak Wilayah Masuk Zona Hijau, Tetapi Lamongan Tetap Perpanjang PPKM Mikro

PPKM Mikro sebelumnya menunjukkan hasil menggembirakan. Karena tidak ada lagi wilayah dengan status zona oranye dan merah penyebaran Covid-19

surya/hanif manshuri
Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana meninjau salah salah satu desa yang menerapkan PPKM Mikro bersama Forkopimda, Senin (22/2/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Terhapusnya status zona merah dan oranye penyebaran Covid-19, tidak otomatis menghentikan program PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berskala mikro di Lamongan. Sebaliknya, Lamongan tetap akan melakukan perpanjangan PPKM Mikro seperti sejumlah daerah di Jawa Timur.

PPKM Mikro sebelumnya menunjukkan hasil menggembirakan. Karena tidak ada lagi wilayah dengan status zona oranye dan merah penyebaran Covid-19. Hingga kini PPKM Mikro di Lamongan tersebar di 107 RT di 92 desa di Lamongan.

"Meski zona oranye dan merah di Lamongan tidak ada, tetapi penerapan PPKM Mikro tetap dilakukan di 107 RT yang tersebar di 92 desa. Meski wilayah itu masuk zona hijau atau zona kuning,” kata Kabag Prokopim Pemkab Lamongan, Arif Bachtiar pada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Menurut Arif, penerapan PPKM Mikro di Lamongan dinilai efektif menekan penyebaran Covid-19 di mana jumlah kasus Covid-19 aktif mengalami penurunan. Selain itu, terdapat trend penurunan bed occupancy ratio (BOR) setelah diterapkannya PPKM Mikro sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Pasca diterapkan PPKM Mikro, jumlah kasus Covid-19 aktif turun menjadi 1,04 persen dan diikuti trend penurunan BOR menjadi 28 persen dan peningkatan angka kesembuhan. "Padahal sebelum dilaksanakan PPKM tersebut, BOR masih 80 persen," ungkapnya.

Arif juga mengakui bahwa saat PPKM Mikro pertama berakhir, masih ada beberapa desa di Lamongan yang masuk zona kuning. Namun dominasi zona hijau jauh lebih tinggi.

Menurut Arif, PPKM Mikro di Lamongan sudah menunjukkan hasil yang signifikan. "Karena PPKM Mikro di Lamongan efektif, ya dilanjutkan sesuai arahan pusat maupun provinsi. PPKM Mikro sudah menunjukkan hasil yang signifikan," terang Arif.

Terpisah, Wakil Kepala Ruangan Isolasi Covid-19 RSUD Dr Soegiri, Joko Purwanto menuturkan, jumlah pasien yang dirawat di ruangan isolasi dari minggu ke minggu semakin menurun.

Penurunan ini, lanjut Joko, terjadi sejak pertengahan Januari sampai mendekati akhir Februari 2021. “Untuk saat ini yang dirawat di ruang isolasi biasa sebanyak 25 pasien, sedangkan ICU ada 7 pasien," katanya. ***

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved