Pelantikan Kepala Daerah di Jatim

Besok Gus Ipul Dilantik Gubernur Khofifah Jadi Wali Kota Pasuruan, Pernah Bersaing di Pilgub Jatim

Besok Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dilantik Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai Wali Kota Pasuruan yang baru.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Iksan Fauzi
Kolase Kompas.com
Wali Kota Pasuruan terpilih, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Foto Kanna : Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Bespk, Gus Ipul dilantik Gubernur Khofifah. Kedua tokoh NU itu pernah bersaing di Pilgub Jatim 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Besok Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dilantik Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai Wali Kota Pasuruan yang baru.

Publik Jatim pasti ingat, Gus Ipul dan Khofifah pernah bersaing di Pilgub Jatim 2018.

Khofifah yang mencalonkan diri sebagai gubernur Jatim untuk ketiga kalinya akhirnya berhasil mengalahkan Gus Ipul.

Sebelum mencalonkan sebagai gubernur Jatim, Gus Ipul mewakili Soekarwo alias Pakde Karwo dua periode.

Sekadar diketahui, setelah gagal mengalahkan Khofifah, Gus Ipul pun mencalonkan diri sebagai Wali Kota Pasuruan pada Pilkada serentak 2020.

Gus Ipul berhasil mendapatkan hati rakyat Kota Pasuruan hingga besok, Jumat (26/2/2021) dilantik Gubernur Khofifah bersama 17 kepala daerah lainnya. 

Gus Ipul bersama 16 kepala daerah terpilih lainnya akan dilantik di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

"Ada 17 kepala daerah yang dilantik Jumat besok dari pemenang Pilkada Serentak 2020 di Jatim, termasuk Kota Pasuruan," kata Kepala Biro Admisnistrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Jatim Jempin Marbun saat dikonfirmasi, Kamis (25/2/2021).

Selain Kota Pasuruan, pelantikan itu juga dihadiri kepala daerah dari Ponorogo, Trenggalek, Kediri, Ngawi, Lamongan, Gresik, dan Mojokerto.

Lalu, Malang, Blitar, Sumenep, Situbondo, Banyuwangi, Jember, Kota Blitar, Sidoarjo, dan Kota Surabaya.

Pada dua tahun lalu, Khofifah dan Gus Ipul bertarung di Pilkada Jawa Timur.

Gus Ipul yang merupakan petahana menggandeng politikus PDI-P Puti Guntur Soekarno sebagai calon wakil gubernur.

Sementara, Khofifah menggandeng Emil Elistianto Dardak.

Namun, Gus Ipul yang sudah dua periode menjabat sebagai wakil gubernur mendampingi Soekarwo kalah di Pilkada Jatim 2018.

Pilkada Jatim 2018 merupakan yang ketiga kalinya diikuti Khofifah. Pada dua pilkada sebelumnya, Khofifah kalah dengan pasangan Soekarwo-Gus Ipul.

Pada Pilkada Serentak 2020, Gus Ipul memilih maju sebagai calon wali kota Pasuruan.

Ia menggandeng politikus Golkar Adi Wibowo.

Pasangan ini melawan pasangan petahana Raharto Teno Prasetyo-M Hasjim Asjari.

Gus Ipul menang telak dengan meraih 73.236 suara (67,9 persen). Sementara petahana kalah dengan perolehan 34.572 suara (32,1 persen).

Pelantikan dibagi 3 sesi

Pelantikan dilakukan dalam tiga sesi.

Pertama pelantikan dilakukan pukul 09.00 WIB untuk Kabupaten Trenggalek Kabupaten Ponorogo Kabupaten Situbondo Kabupaten Ngawi Kabupaten Sumenep Kabupaten Banyuwangi.

Kemudian untuk sesi kedua dilakukan pukul 13.00 WIB untuk Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Jember, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Mojokerto.

Dan sesi terakhir pelantikan dilakukan pukul 16.00 WIB untuk Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Kediri.

Ditegaskan Khofifah, secara keseluruhan, pelantikan dilakukan secara hybrid.

Yang mengikuti pelantikan secara langsung di Negara Grahadi hanya Kepala dan Wakil Kepala Daerah Terpilih beserta pasangan.

Sedangkan, tamu undangan lainnya mengikuti prosesi acara pelantikan secara virtual dari daerahnya masing-masing.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa usulan melaksanakan pelantikan hybrid adalah usulan darinya dengan pertimbangan permintaan dari para kepala daerah terpilih.

"Jadi yang menyurat kepada Mendagri kami, kami menyurat supaya ada opsi karena semula SE dari Mendagri terkait pelantikan itu secara virtual. Lalu kami menyurat lengkap dengan video simulasi model pelantikan secara hibrid," kata Khofifah.

Dan Mendagri mengizinkan pelantikan dilakukan secara hybrid dengan SOP yang sangat ketat. Untuk itu yang boleh masuk ke dalam adalah kepala daerah pasangan dan masing masing hanya satu ajudan. Namun para ajudan hanya boleh di luar grahadi.

"Dan boleh ajak kedua ortu atau dua anggota keluarga," tegas Khofifah.

Khofifah menambahkan, bahwa semua lokasi yang ada di Grahadi akan dikondisikan sangat steril, mulai dari pintu gerbang. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan tim kesehatan dari RS Menur, RSUD DR Soetomo dan RS Paru, yang siap untuk melaksanakan pemeriksaan sebelum memasuki area pelantikan.

"Jika membawa Surat Keterangan Kesehatan sendiri, maka minimal harus H-1 hasil PCR yang ditunjukkan. Jika melebihi, kami juga telah menyiapkan rapid antigen saat hari H pelantikan," tegas Khofifah.

Selain itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan akomodasi berupa Bus bagi Kepala Daerah yang akan dilantik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Akomodasi ini nantinya untuk mengantar mulai dari hotel menginap hingga ke Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada saat hari pelaksanaan pelantikan.

"Ini dilakukan untuk mematuhi protokol kesehatan yang masih berlaku. Terlebih, karena pelantikan dilakukan secara hybird, masing-masing daerah dapat melihat melalui live streaming, termasuk pihak aparatur masing-masing daerah dapat menyaksikan melalui virtual," tandas Khofifah.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pernah Bersaing di Pilkada Jatim, Khofifah Akan Lantik Gus Ipul sebagai Wali Kota Pasuruan"

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved