Berita Bisnis
Meski Harga Turun, Emas Antam Masih Jadi Pilihan Investasi
Awal pekan ini logam mulia Antam dibuka dengan harga Rp 930.000 per gram. Meski begitu minat orang untuk membeli masih besar.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Titis Jati Permata
"Semuanya selalu sama," ujar Wahyudi.
Makanya, dia heran ketika sampai ada kabar diskon-diskon tersebut.
"Ya, namanya orang pasti ya bakal tergoda kalau ada diskon. Tapi, kalau di emas, menurut saya ya tidak masuk akal," lanjutnya
Kalau ada begitu, biasanya dirinya malah curiga jangan-jangan penipuan.
Wahyudi mengatakan bahwa itu adalah salah satu hal yang dilakoninya selama berinvestasi emas.
"Karena, ya investasi emas itu selalu begitu. Kalau tidak hati-hati, malah terkena penipuan," terangnya.
Hal serupa juga diucapkan oleh Zia Ul-Haq.
"Dulu di awal-awal pandemi kan sempat muncul demam emas. Harga emas naik, tapi ada banyak sejumlah PO yang menurut saya tidak masuk akal," tuturnya.
Pernah, Zia mengecek dan ada satu PO yang menjual harga emas Rp 400.000 per gram nya, padahal harga patokan saat itu mencapai Rp 800.000 per gram.
"Karena saya punya komunitas, akhirnya saya beri edukasi soal investasi emas. Kalau jauh seperti ini pasti ada apa-apa," jelas Zia.
Jadi, ya yang paling aman memang beli dengan harga normal di tempat yang terpercaya.
"Dalam hal ini, saya lebih memilih Antam karena milik negara," tambah Zia.
Sebab, baginya, emas adalah sebuah program keluarga untuk persiapan pendidikan, anak, dan pensiunnya.
"Jadi ya harus terpercaya betul. Bagi saya, emas ini seperti tanah. Bedanya, bisa dibeli dengan satuan yang sangat kecil, sehingga lebih terjangkau," kata pria yang bekerja sebagai guru di sebuah sekolah di Surabaya tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/logam-mulia-shio-kerbau-terbaru-yang-diluncurkan-pt-antam.jpg)