Breaking News:

Berita Pasuruan

Tolak Digrepe Saat Diajak Tidur di Villa Tretes, Wanita Cantik Pasuruan Ini Lehernya Dicekik

Ketika itu korban diajak pesta miras lalu diajak masuk kamar untuk tidur di sebuah villa di Tretes, Kabupaten Pasuruan. Begitu tidur, korban digrepe.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Foto Ilustrasi kekerasan wanita cantik Pasuruan di Villa Tretes, Pandaan Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - DN, wanita cantik asal Taman Dayu, Kabupaten Pasuruan lehernya dicekik dan kepalanya dibenturkan ke tembok saat mempertahankan kehormatannya.

Peristiwa itu berlangsung, Senin (22/2/2020) dini hari.

Ketika itu korban diajak pesta miras lalu diajak masuk kamar untuk tidur di sebuah villa di Tretes, Kabupaten Pasuruan.

Begitu tidur, korban digrepe oleh lelaki tersebut.

Karena menolak korban dicekik dan kepalanya dibenturkan ke tembok.

Kasus dugaan penganiyaan itu sudah dilaporkan ke Polsek Prigen, Polres Pasuruan.

Sesuai laporan yang masuk, DN menceritakan, dia dan D sebelumnya tidak saling kenal.

Ia dikenalkan oleh temannya yang berinisial H.

"Teman saya (H) bilang, saya mau dikenalkan temannya yaitu D. Ya saya iyain aja," katanya.

Dia menjelaskan, setelah itu, ia dan D janji ketemu minggu malam untuk pesta di Prigen.

Pesta itu juga diikuti temannya yang berinisial H.

Ia dijemput D di rumahnya, Taman Dayu, Pandaan sekira pukul 21.00 wib oleh D.

"Kebetulan saya baru bisa dijemput jam 9 malam. Itu posisi saya pulang dari Malang.
Dan saya baru gabung pesta jam segitu. Saya tidak tahu itu pesta apa, tapi D sempat bilang itu hanya acara kongkow saja," sambung dia.

Sesampainya di villa, ia pun terkejut di sana sudah banyak teman - teman D bersama teman perempuannya, termasuk teman dia, yakni H.

"Pesta dimulai. Karaoke dan minum minuman keras. Tapi saya sendiri tidak minum," urainya.

Petaka itu muncul setelah sejumlah teman D ini mulai masuk ke kamar dengan teman perempuannya satu per satu.

Hanya menyisahkan dua pasangan, ia dan D, dan teman D bersama teman perempuannya di luar.

"Awalnya saya menolak untuk diajak masuk ke kamar oleh D.

Namun, karena D sungkan, temannya ini tidak masuk ke kamar kalau D dan DN tidak masuk kamar.

Saya akhirnya mau diajak ke kamar," ungkap dia.

Begitu masuk kamar, kata dia, D ini mendadak mengeluh sakit perut.

Polsek Prigen Polres Pasuruan yang menangani kasus wanita yang dicekik dan dibenturkan tembok oleh teman prianya saat pesta di sebuah vila di Tretes Pasuruan.
Polsek Prigen Polres Pasuruan yang menangani kasus wanita yang dicekik dan dibenturkan tembok oleh teman prianya saat pesta di sebuah vila di Tretes Pasuruan. (surya.co.id/galih lintartika)

Ia juga tidak mengetahui awal mulai D ini kesakitan.

Akhirnya, ia memanggil, temannya yakni H untuk mencarikan obat sakit perut.

"Saya suruh belikan promag, karena dia (D) mengeluh perutnya sakit sekali.

Tak lama, H membawakan promag untuk D.

Obat itu langsung diminum, dan D pun langsung tertidur di kasur," papar dia.

Tanpa sadar, ia pun mengakui jika akhirnya ia juga ketiduran.

Ia juga terlelap tidur di kasur. Ia tersadar saat melihat D mulai menyentuh bagian - bagian tubuhnya.

"Jujur saya risih. Saya sampaikan saya tidak suka diperlakukan seperti itu.

Saya kecewa sekali. Saya sudah tegaskan ke dia. Seketika itu, saya marah karena dilecehkan, dan saya hanya ingin pulang," sambungnya.

Spontan, ia pun langsung memesan ojek online. Ia melihat jam menunjukkan pukul 03.00 wib.

"Saya langsung pesan grab dan saya ingin langsung pulang. Dan disitulah, dia (D) marah besar," jelasnya.

Disampaikan dia, D langsung mencekik lehernya.

Cengkramannya pun sangat kuat. Sampai - sampai, ia pun kesulitan bernapas.

Namun, ia berusaha sekuat tenaga melawan dan berusaha melepaskan cengkramannya.

"Semakin kuat saya melawan, semakin kuat cengkramannya.

Saya juga sempat dibenturkan ke tembok satu kali. Saya tetap melawan, dan akhirnya cengkraman yang mencekik leher saya lepas. Saya lega," urainya.

Ia menyebut, setelah itu, pesanan grab pun datang.

Ia langsung bergegas meninggalkan D di kamar.

Ia mengambil tas di meja, dan pergi dari lokasi kejadian. Ia juga sempat menegur H.

"Saya sempat mengetuk pintu kamar H. Di sana saya juga marah ke H, kenapa temannya D itu tidak sopan dan kurang ajar.

Saat itu, H hanya diam dan tidak menyampaikan apa - apa," ujar dia.

D pun juga sempat mengejarnya di kamar H.

Ia menyampaikan minta maaf atas kejadian tersebut.

Ia bahkan mengulurkan tangan untuk mengajaknya kembali ke kamar.

"Saya tidak mau. Saya merasa dilecehkan dan saya juga sudah dianiaya.

Leher saya dicekik. Saya tetap tidak menggubris , dan saya pergi ke polsek untuk membuat laporan polisi atas penganiayaan itu," katanya.

Kapolsek Prigen AKP Bambang Tri membenarkan laporan tersebut.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus ini.

Tim sudah bergerak di lapangan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan.

"Baik korban, saksi, dan terduga pelaku yakni D sudah kami mintai keterangan.

Kami masih menunggu hasil visum luka korban yang sudah dilakukan oleh Puskesmas Prigen.

Setelah itu kami akan menentukan sikap," sambungnya. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved