Berita Lamongan
Pasutri Asal Brondong Terkapar Dihujani Golok Secara Brutal, Ini Kronologi Lamongan Berdarah
Pasangan suami istri atau pasutri asal Brondong, Kecataman Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dianiaya hingga terkapar pada Rabu (17/2/2021).
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id lLAMONGAN - Pasangan suami istri atau pasutri asal Brondong, Kecataman Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dianiaya hingga terkapar pada Rabu (17/2/2021).
Pelaku adalah penyewa kontrakan bernama Taufik (39), warga Dusun Modo Desa Kebonsari Kecamatan Sukodadi, Lamongan.
Korban pasutri bernama Siswo Sumarto (65) - Sukasri (50) menderita luka parah. Darah mereka bercucuran di lantai.
Seorang saksi, Dwi Warni Indah Wati (50) mendengar jeritan istri korban ketika Taufik menghujamkan golok berulang kali ke tubuhnya dan suaminya.
Namun Indah tidak berani masuk ke rumah kontrakan tersebut.
"Saya hanya mendengar si perempuan itu menjerit minta tolong.
Tapi saya tidak berani masuk dan saya tinggal, " aku Indah.
Adapun kronologi penganiayaan tersebut awalnya Siswo beserta istri dan putrinya menempati rumak kontrakan milik Didik Sugiyanto (56).
Rumah tersebut berada di Dusun Modo Kebonsari. Sedangkan rumah Didik berada di sebelah kontrakan tersebut.
Rumah kontrakan itu sebelumnya ditempati Taufik sejak masih muda.
Namun, akhir-akhir ini Taufik bekerja di Surabaya.
Dia pulang dua pekan atau sepekan sekali.
Saat minggu pertama bulan Pebruari ini, Taufik pulang.
Dia mengetahui kamar kontrakannya dihuni pasutri tersebut.
Taufik marah dan meminta pasutri itu meninggalkan kontrakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penganiayaan-berdarah-di-lamongan.jpg)