Breaking News:

Imlek 2021

Perayaan Imlek 2572, Momentum Merawat Kebhinekaan di Tengah Pandemi 

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono ikut menyambut gembira datangnya tahun baru ini.

SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masyarakat Tionghoa saat ini merayakan Tahun Baru Imlek 2572.

Mereka harus menyesuaikan diri dan memahami saat perayaan Tahun Kerbau Logam terebut karena dalam situasi penuh keprihatinan, masa pandemi. 

Namun, perayaan tahun baru itu tetap dilangsungkan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono ikut menyambut gembira datangnya tahun baru ini.

“Selamat Tahun Baru Imlek. Gong xi fat cai. Semoga kesehatan, umur panjang, kedamaian, dan kemakmuran selalu menyertai perjalanan kita di Tahun Kerbau Logam ini.

Semoga kita bisa melewati pandemi Covid-19. Semoga pandemi segera berlalu,” ucap Adi, Jumat (12/1/2021).

Adi yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya mengajak seluruh warga Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek untuk terus memperkuat kerja-kerja gotong royong dalam membawa Surabaya dan Indonesia semakin baik, dari hari ke hari.

“Mari menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai momentum untuk terus merawat komitmen kebhinnekaan, komitmen keindonesiaan, yang ujungnya adalah kerja bersama menghadapi semua tantangan bangsa, termasuk yang paling krusial adalah pandemi Covid-19,” papar Adi.

Komitmen keindonesiaan itu pula, lanjut Adi, yang juga melandasi berbagai gerak dan pemikiran para kader PDIP.

Dia menjelaskan, Presiden Sukarno pada tahun ajaran 1946/1947, menjadikan tiga hari besar masyarakat Tionghoa, termasuk Imlek, sebagai hari libur resmi.

Namun, pada era Orde Baru, seluruh ekspresi kebudayaan masyarakat Tionghoa dilarang.

Kemudian pada 17 Januari 2000, Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres No 14/1967 yang dibuat Soeharto tentang agama, kepercayaan, dan adat istiadat China.

Sehingga masyarakat Tionghoa kembali dapat merayakan Imlek di ruang publik.

“Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai presiden ke-5 RI kemudian menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional pada 2003.

Dalam berbagai kesempatan, Ibu Megawati tidak pernah lelah berpesan untuk menjadikan Indonesia sebagai taman sari kehidupan kebangsaan yang indah, dengan persaudaraan seluruh anak bangsa,” ujar Adi.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved