Kamis, 16 April 2026

Hari Pers Nasional 2021

Gubernur Khofifah Ingatkan Kuantitas dan Kualitas Produk Pers harus Seimbang

Gubernur Jatim Khofifah mendorong insan pers Indonesia untuk  mampu menyajikan informasi memiliki kuantitas dan kualitas berimbang.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah mengikuti puncak Hari Pers Nasional 2021 yang dipusatkan di Jakarta, Selasa (9/2/2021). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah mendorong insan pers Indonesia untuk  mampu menyajikan informasi memiliki kuantitas dan kualitas berimbang.

"Pers harus melakukan reintrospeksi diri karena tantangan saat ini jauh lebih sulit dengan munculnya media sosial dimana arus informasi begitu kuat dan gencar.

Harus ada deferensiasi yang kontras antara pers dan media sosial,  terutama dari segi mutu penyajian informasi," ungkap Khofifah, Selasa (9/2/2021).

Khofifah mengatakan, saat ini masyarakat tidak hanya terpaku pada informasi yang disajikan melalui media cetak, media elektronik, maupun televisi.

Namun informasi yang beredar luas melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp, youtube, dan Instagram. 

Saat ini, kata Khofifah, banyak masyarakat kurang  mempedulikan keabsahan informasi tersebut.

Mereka sering  hanya sebatas membaca judul atau paragraf pertama.

Padahal, tidak sedikit informasi yang disajikan itu berupa hoax dan ujaran kebencian yang  mempengaruhi pola pikir masyarakat.

"Harus jujur diakui bahwa budaya literasi masyarakat kita masih rendah. Disinilah pekerjaan rumah utama insan pers yaitu memerangi informasi bohong yang beredar di masyarakat," imbuhnya.

Memang, lanjut Khofifah, tidak semua orang memiliki kepercayaan terhadap informasi media sosial.

Masih ada orang yang memiliki komitmen untuk  mencari  dan melakukan klarifikasi melalui produk pers. Namun, perbandingan diantara keduanya masih sangat jomplang. 

"Lebih banyak kelompok yang menelan informasi secara langsung daripada melakukan dan mencari klarifikasi untuk memastikan kebenarannya. Ini fakta," tuturnya.

Pekerjaan rumah insan pers, tambah dia, bertambah berat dengan semakin maraknya bermunculan citizen journalism.

Mereka melakukan aktivitas jurnalistik tanpa memiliki dasar jurnalistik dan mematuhi etika jurnalistik.

"Ini Ibarat masakan yang dimasak oleh bukan tukang masak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved