Berita Jember
KKN 'Back to Village' Universitas Jember, Mahasiswa Lebih Adaptif di Masa Pandemi
Unej terbukti adaptif dan inovatif dalam melaksanakan KKN sehingga tetap bisa dilaksanakan di masa pandemi Covid-19
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, JEMBER - Universitas Jember (Unej) kembali menerjunkan mahasiswa dalam kuliah kerja nyata (KKN) 'Back to Village', Selasa (26/1/2021). KKN 'Back to Village' II atau kembali ke desa ini merupakan KKN periode I di tahun akademik 2020/2021.
KKN 'Back to Village' merupakan KKN yang dirancang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unej di masa pandemi Covid-19. Kali ini merupakan KKN 'Back to Village' II, setelah tahun lalu juga digelar.
KKN model ini dipuji oleh United States Agency for International Development (USAID) melalui Direktur Mitra Kunci Initiative, Lensi Mursida.
Menurut Lensi, Unej terbukti adaptif dan inovatif dalam melaksanakan KKN sehingga tetap bisa dilaksanakan di masa pandemi Covid-19. Apresiasi ini disampaikan Lensi dalam penerjunan mahasiswa KKN Back to Village periode I tahun akademik 2020/2021 secara daring di aula lantai 3 gedung Rektorat Unej, Selasa (26/1/2021).
Lensi menambahkan, USAID melalui Mitra Kunci Initiative melihat pelaksanaan KKN Back to Village tahap pertama berhasil.
Di tahap pertama, peserta KKN mencapai 4.382 mahasiswa pada Juli 2020 berhasil dilaksanakan tanpa ada halangan berarti, termasuk tidak ada laporan mahasiswa terjangkit Covid-19.
Mitra Kunci Initiative mendukung pengembangan kewirausahaan di Indonesia dengan cara menggandeng Perguruan Tinggi yang melaksanakan program KKN di kampusnya, salah satunya dengan Unej.
“Kami juga mendukung kerjasama Unej yang mampu menggandeng PT Astra Internasional dalam pelaksanaan KKN Back to Village di Bondowoso. Para mahasiswa mengembangkan kegiatan wirausaha di Kecamatan Sumberwringin,” ujar Lensi.
Sementara menurut Rektor Unej, Iwan Taruna, ide pelaksanaan KKN Back to Village berawal dari semangat untuk tetap menjalankan KKN walau di tengah pandemi Covid-19 yang tengah mendera.
“Dari diskusi dengan kawan-kawan di LP2M kemudian muncul ide, mahasiswa melaksanakan KKN secara mandiri di desa, kelurahan atau daerah asalnya masing-masing. Tentunya tetap menaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Jadi tidak berkelompok datang ke sebuah desa atau daerah tertentu seperti KKN di saat masa normal,” tutur Iwan.
Tema KKN yang dibawa mahasiswa terkait erat dengan penanggulangan pandemi Covid-19 dan dampaknya. Tema itu seperti tema inovasi pendukung pembelajaran di masa Covid-19, tema inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi menghadapi pandemi Covid-19, pemberdayaan Bumdes dalam melaksanakan jaring pengaman, dan tema kewirausahaan.
Khusus KKN Back to Village di Bondowoso mengambil tema Desa Berseri Astra yang di antaranya mendukung wirausaha di bidang kopi di kecamatan Sumberwringin.
“Beberapa hasilnya sudah tampak, di antaranya mahasiswa peserta KKN Back to Village edisi pertama yang membantu pelaku UMKM membuat aplikasi jual beli online,” imbuhnya.
Sementara menurut Koordinator Pusat KKN LP2M, Ali Badrudin, kerjasama LP2M dengan USAID melalui Mitra Kunci Initiative dalam bidang kewirausahaan, diwujudkan dengan pelatihan kewirausahaan bagi dosen dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pembuatan modul KKN tema kewirausahaan dan lainnya.
“Alhamdulillah, bahkan untuk pelaksanaan KKN Back to Village tema kewirausahaan di Bondowoso, ide-ide mahasiswa kita diadopsi oleh Pemkab Bondowoso yang akan membentuk Ijen Geopark dalam waktu dekat,” kata Badrudin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kkn-universitas-jember-2021.jpg)