Berita Sidoarjo

Industri Besar Diminta Gandeng Pelaku UMKM, Ribuan Produk UMKM Sidoarjo Masuk Pasar Luar Negeri

Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono saat melihat aktivitas UMKM di Sidoarjo. Industri besar yang ada di Sidoarjo wajib melibatkan pelaku UMKM.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
surya.co.id/m taufik
Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono saat melihat aktivitas UMKM di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO – Industri besar yang ada di Sidoarjo wajib melibatkan pelaku UMKM.

Hal ini sudah menjadi amanah undang-undang, sehingga wajib direalisasikan, termasuk di Sidoarjo yang memiliki banyak industri besar juga banyak pelaku UMKM.

Demikian disampaikan Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono seusai mengikuti acara penandatanganan MoU antara Industri besar PMA/PMDN dengan UMKM disaksikan Presiden Joko Widodo, via zoom di Pendopo Sidoarjo, Selasa (19/2/2021).

“Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah UMKM terbanyak di Indonesia. Lebih dari 206.000 usaha kecil menengah dan 6.000 usaha mikro kecil menengah ada di kota ini,” ujar Cak Hud, panggilan Hudiyono.

Sedangkan jumlah industri besar mencapai 664, industri sedang sebanyak 297.

Sebagaimana data BPS  pada Okteober 2019. Berbagai perusahaan itu tersebar di 18 kecamatan, paling banyak di Kecamatan Waru 138 industri besar dan 60 industri sedang.

Selain itu, menjamurnya pasar swalayan modern dan minimarket di Sidoarjo juga disebutnya bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil menengah untuk memasarkan produknya.

“Tentunya dengan bantuan dari pemerintah melalui dinas koperasi dan UMKM dan Dinas perindustrian dan perdagangan,” lanjut Cak Hud.

Untuk itu, dia minta ada data akurat dari DPMPTSP mengenai data investor yang masuk di Sidoarjo.

Dari pendaataan itu, kemudian Investor yang bergerak pada perdagangan dan jasa akan diminta untuk melibatkan UMKM.

"DPMPTSP, Disperindag, dan Dinkop UMKM kita dorong agar bisa segera melakukan koordinasi untuk memfasilitasi kerjasama ini. Karena potensi UMKM kita sangat besar. Sidoarjo sudah dikenal sebagai kota UMKM. Dan lagi produknya juga sudah banyak yang dipasarkan di luar daerah maupun luar negeri,” imbuhnya.

Hudiyono juga minta agar pelaku UMKM menyiapkan diri dengan meningkatkan kualitas produknya.

Mulai dari packaging sampai dengan penyediaan stoknya.

Dengan begitu maka produk yang dihasilkan bisa bersaing,

“Karena prinsip kerjasama ini harus saling menguntungkan antara industri besar dengan UKM/UMKM,” sebutnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved