Senin, 18 Mei 2026

Berita Pasuruan

Santri dan Pengasuh Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil Pasuruan Siap Divaksin Covid-19

Pengasuh Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil Gus Wildan mengatakan siap mensukseskan program vaksin ini.

Tayang:
surya.co.id/galih lintartika
Pengasuh Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan Gus Wildan. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Dukungan untuk mensukseskan program vaksinasi massal covid-19 datang dari Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Pengasuh Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil Gus Wildan mengatakan siap mensukseskan program vaksin ini.

Bahkan secara pribadi, ia siap divaksin, dan itu juga berlaku secara kelembagaan.

"Artinya, semua keluarga besar Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil siap divaksin," kata Gus Wildan saat dihubungi, Jumat (15/1/2020).

Gus Wildan menjelaskan, tidak ada alasan untuk menolak atau tidak mau disuntik vaksin sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

"Pak Presiden, beberapa pejabat sudah melakukan vaksin. MUI juga sudah menyatakan vaksin itu halal, dari Kementerian Kesehatan juga menyatakan itu aman," tambahnya.

Dari situ, ia mengatakan, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik, sudah selayaknya mengikuti aturan dan kebijakan yang sudah ditetapkan.

"Apalagi sudah muncul kajian-kajian, dari sisi agama, dari sisi ilmiah atau medis sudah menyatakan aman dan halal. Saya dan teman teman santri siap divaksin," jelas dia.

Ia mengaku sudah melakukan sosialisasi dan edukasi ke para ustad, ustadzah dan santri - santriwati yang ada di ponpesnya.

"Insyallah mereka juga siap. Saya berharap, untuk tahap awal, para guru atau pengajar di tempat kami yang diutamakan untuk divaksin. Baru setelah itu santri," jelasnya.

Dikatakan Gus Wildan, vaksin ini adalah kebutuhan untuk masing-masing orang agar terhindar atau minimal potensi terpapar dan tertular COVID-19 berkurang.

"Jadi ini disarankan untuk dilakukan. Ayo bersama-sama mensukseskan program vaksin ini," tambah dia.

Terakhir, ia mengaku ingin situasi dan kondisi bangsa ini kembali normal seperti sebelum terjadi pandemi. Kegiatan belajar mengajar tetap normal tanpa ada batasan.

Meskipun, ia menyadari, jika aktivitas di ponpesnya ini tetap berjalan dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hingga hari ini, belum ada kasus penularan Covid-19 di pondoknya.

"Kami sudah menerapkan protokol kesehatan di tatanan new normal yang sekarang. Dan harus disempurnakan dengan vaksi, sebagai ikhtiar untuk terhindar dari Covid-19," pungkas dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved