Update Terbaru Nasib Uang Munarman Eks Sekum FPI yang Dibekukan Pemerintahan Jokowi

Nasib uang Munarman eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) yang dibekukan pemerintahan Jokowi menuai titik terang.Ini update terbaru.

Editor: Tri Mulyono
Instagram@denpasarnow
Munarman dan Habib Rizieq Shihab. Update terbaru nasib uang Munarman eks Sekum FPI yang dibekukan pemerintahan Jokowi ada di artikel ini. 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Update terbaru nasib uang Munarman eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) yang dibekukan pemerintahan Jokowi menuai titik terang.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memastikan uang Munarman yang katanya untuk biaya berobat sang ibu itu dalam kondisi aman.

Munarman diminta tidak perlu khawatir berlebihan setelah rekening pribadinya diblokir.

Baca juga: Rekening Rizieq & Munarman Diblokir, Pengacara: Pengawal Dibunuh, Organisasi Dibubarkan, Belum Puas?

Baca juga: Kasus Habib Rizieq, Pertimbangan Hakim Tolak Gugatan Rizieq, Begini Proses Hukum Berikutnya?

Baca juga: Lengkap Sudah Derita Rizieq Shihab, Praperadilan Ditolak, Rekening Diblokir hingga Tersangka 3 Kasus

Uang Munarman di rekening pribadinya dijamin masih utuh dan tidak berkurang sepeser pun.

"Tidak usah ada kekhawatiran soal status uangnya, tetap ada di rekening," ujar Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae ketika menjelaskan soal pemblokiran rekening FPI dan afiliasinya, termasuk milik Eks Sekretaris Umum FPI Munarman, Senin(11/1/2020).

Dian mengatakan prinsip analisis PPATK dalam melakukan tugas dan fungsinya harus komprehensif.

"Jadi pihak-pihak terafiliasi memang secara bersamaan menjadi objek analisis dan pemeriksaan kami," ujarnya.

Bagi PPATK, dikatakan Dian, hal ini merupakan imperatif berdasarkan Undang-undang.

"Dan untuk kebaikan masyarakat dalam menjaga integritas sistem keuangan kita," ujar Dian.

Ia bahkan mencontohkan bagaimana kinerja pihaknya mencakup urusan yang lain dalam konteks tindak pidana.

"Ini biasa dilakukan juga oleh PPATK memeriksa rekening yang terkait tindak pidana lain seperti korupsi, narkotika, dan pendanaan terorisme," ujarnya.

PPATK juga kembali memperbarui data soal jumlah daftar rekening milik Front Pembela Islam (FPI) dan afiliasinya yang diblokir.

"Sampai hari ini jumlahnya 87 (rekening)," kata Dian.

Akan tetapi, Dian tak menjelaskan penambahan rekening yang diblokir tersebut secara rinci.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved