Minggu, 26 April 2026

Lifestyle

Cita Rasa Khas Kopi Java Ijen Raung Bondowoso yang Diakui Dunia

Kepopuleran kopi varietas arabika itu, tak terlepas dari kepiawaian para petani, salah satunya Suyitno warga Jalan Kawah Ijen, Sukosari, Bondowoso.

Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Parmin
surya.co.id/danendra kusumawardana
Suyitno (64) tengah menjemur biji kopi di halaman rumahnya, Jalan Kawah Ijen, Sukosari, Bondowoso, Kamis (7/1/2021). 

"Tentu, awal menanam kopi arabika, hasilnya tak bagus. Perawatan kopi arabika terbilang sulit," ujarnya.

Beruntung, Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang dipimpin Bupati Amin Said Husni peduli dengan petani. Mereka mengadakan pelatihan perawatan kopi dari hulu ke hilir beserta pemasaran untuk para petani dengan menggandeng sejumlah pihak.

Tak hanya itu, Pemkab Bondowoso juga punya inovasi branding bernama Bondowoso Republik Kopi (BRK). Semangat para petani langsung menggebu untuk tekun menanam kopi arabika.

"Kalau menanam kopi sesuai ilmu yang yang didapat dalam pelatihan memang hasilnya baik. Kami pun selalu menerapkan ilmu itu, di antaranya pembersihan gulma, pemupukan menggunakan bahan organik, termasuk cara pemangkasan wiwilan," sebutnya.

Selain proses perawatan yang benar, cita
rasa khas kopi Arabika Java Ijen Raung dipengaruhi kontur tanah dan geologi.

"Java Ijen Raung ditanam di hamparan tanah subur yang terletak di antara gunung aktif Ijen dan Raung. Itu yang membuat cita rasanya berbeda dengan kopi lain, yakni asam dan manis alami. Kami akan mempertahankan cita rasa itu," ungkapnya.

Lantaran punya cita rasa yang khas, kopi Java Ijen Raung pun digandrungi sejumlah masyarakat. Produk kopi Java Ijen Raung dengan merk Dako Julie milik Suyitno sendiri sudah menjajaki hampir ke seluruh daerah di Indonesia.

"Pelanggan kami di antaranya dari Gorontalo, Papua, Sumatera, Bali, dan sejumlah daerah di Jawa. Kami memasarkan produk Dako Julie lewat media sosial seperti Facebook dan Instagram," urainya.

Produk Dako Julie dijual dengan harga beragam. Kopi bubuk kemasan 10 gram dibanderol Rp 30 ribu dan untuk kemasan 1 kg dijual Rp 300 ribu.

Ia menambahkan, pecinta kopi Java Ijen Raung tak hanya dari Indonesia saja. Pelanggan produk Kopi Java Ijen Raung milik Kelompok Tani Sukosari ada yang dari Eropa, Amerika, dan Malaysia. Artinya, cita rasa khas kopi Java Ijen Raung diakui dunia.

"Kami mengekspor kopi melalui eksportir. Ke depan kelompok kami akan mengekspor sendiri. Sebab, surat izin ekspor baru turun," tambahnya.

Ia menceritakan, saat pandemi Covid-19, penjualan kopi Dako Julie mengalami penurunan hingga 70 persen. Harga kopi juga turut anjlok.

"Saat ini omzet kami sebulan turun menjadi Rp 8 juta. Sebelumnya, omzet kami sekitar Rp 20 juta perbulan. Harga jual green bean (biji kopi) merosot 50 persen menjadi Rp 40 ribu per kg," pungkasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved