Profil dan Biodata Gibran Rakabuming yang Dikaitkan Bansos COVID-19, Lihat Kekayaannya !
Berikut profil dan biodata Gibran Rakabuming, putra Presiden Jokowi yang diterpa isu diduga terlibat korupsi bansos COVID-19. Lihat kekayaannya !
SURYA.CO.ID - Berikut profil dan biodata Gibran Rakabuming, putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diterpa isu diduga terlibat korupsi bansos COVID-19.
Gibran yang baru saja memenangkan Pilwali Solo 2020, ternyata memiliki kekayaan yang wah dibandingkan orang umum yang umurnya sepantaran dengannya.
Berdasarkan pemberitaan sebuah media nasional baru-baru ini, Gibran diduga memberi rekomendasi ke PT Sri Rejeki Isman Textile Tbk atau PT Sritex untuk pemesan goodie bag bantuan COVID-19.
Namun, Gibran membantah kabar tak sedap tersebut.
Baca juga: 4 Pengakuan Gibran Tak Terlibat Proyek Korupsi Bansos COVID-19, Salah Satunya Singgung Proyek Besar
Lantas siapa sih Gibran dan bagaimana profilnya?
Berikut profil dan biodata Gibran Rakabuming, termasuk harta kekayaannya.
Gibran Rakabuming memiliki total kekayaan mencapai lebih dari Rp 21 miliar.
Kekayaan tersebut terbilang fantastis mengingat usia Gibran yang masih muda, yakni 32 tahun.
Tidak hanya itu, Gibran juga diketahui memiliki utang dari cicilan rumahnya sebesar lebih dari Rp 800 juta.
Sebelum menilik rincian kekayaan Gibran Rakabuming, berikut profil dan biodata singkatnya.
Profil dan biodata
Gibran Rakabuming Raka lahir di Solo, 1 Oktober 1987, tahun ini usianya akan genap 33 tahun.
Sebelum terjun ke politik, Gibran dikenal sebagai seorang pengusaha Indonesia.
Pada Desember 2010, ia membuka usaha katering yang diberi nama Chilli Pari.
Tidak hanya itu, ayah Jan Ethes tersebut juga merupakan pendiri perusahaan kuliner martabak yang disebut Markobar.
Sejak kecil Gibran menetap di Solo, namun ia mengenyam pendidikan SMA di Singapura.
Ia kemudian melanjutkan studinya di Management Development Institute of Singapore (MDIS) pada 2007.
Tak sampai di situ, putra sulung Jokowi tersebut melanjutkan studinya ke program Insearch di University of Technology Sydney (UTS Insearch), Sydney, Australia dan lulus pada 2010
Kekayaan Gibran
Rincian kekayaan putra sulung Presiden Jokowi tersebut diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diunggah di elhkpn.kpk.go.id.
Sementara itu, sosoknya kini sedang menjadi sorotan karena mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo di pilkada tahun ini.
Gibran maju bersama, Teguh Prakosa sebagai calon Wakil Wali Kota Solo.
Berikut ulasan laporan harta kekayaan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka.
Seperti dilansir via Tribunnews dalam artikel Harta Kekayaan Gibran Capai Rp 21 M, Miliki 5 Tanah, 5 Mobil, dan 3 Motor
Tercatat ia memiliki sejumlah aset tanah dan bangunan hingga alat transportasi.
Lebih rinci, pemuda yang berlatar belakang sebagai pengusaha tersebut memiliki empat aset tanah dan bangunan serta sebidang tanah tanpa bangunan.
Sementara itu, lima tanah dan bangunan yang dimiliki Gibran, tiga berada di Kota Solo dan dua berada di Kabupaten Sragen.
Jika ditotal, nilai harta Gibran dari sejumlah tanah dan bangunan yang dimilikinya ialah Rp 13,4 miliar.
Sementara itu, harta kekayaan Gibran berupa alat transportasi bernilai Rp 682 juta.
Dalam laporannya, Gibran memiliki 5 unit mobil dan 3 unit motor.
Mobil yang dimiliki Gibran ialah 2 unit Toyota Avanza, 1 unit Isuzu Panther, 1 unit Daihatsu Grand Max, dan 1 unit Mitsubishi Pajero Sport.
Tiga motor yang dimiliki Gibran ialah Honda Scoopy, Hona CB-125, dan Royal Enfield.
Selain itu, harga bergerak lainnya yang dimiliki Gibran berjumlah Rp 260 juta.
Kas dan setara kas yang dimiliki Gibran berjumlah lebih dari Rp 2,1 miliar.
Harta lain yang dilaporkan Gibran berjumlah Rp 5,5 miliar.
Kemudian Gibran juga tercatat memiliki hutang senilai Rp 895 juta.
Sehingga total harta kekayaan Gibran setelah dikurangi hutang mencapai Rp 21,1 miliar.
Berikut rangkuman harta kekayaan Gibran :
A. Tanah dan Bangunan : Rp 13.400.000.000
B. Alat Transportasi : Rp 682.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya : Rp 260.000.000
D. Surat Berharga : -
E. Kas dan Setara Kas : Rp 2.154.396.134
F. Harta Lainnya : Rp 5.552.000.000
G. Hutang : Rp 895.586.004
Total Harta Kekayaan : Rp. 21.152.810.130
Sementara itu, diketahui Gibran akan maju di Pilkada Kota Solo tahun ini.
Ia bersama Calon Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, diusung PDIP.
Gibran-Teguh akan menghadapi pasangan independen, Bagyo-Suparjo.
Dilansir Tribun Solo, Gibran-Teguh mendapat nomor urut satu di Pilkada Solo 2020.
Nomor urut ini, sama seperti yang didapatkan ayahnya, Jokowi, di Pilkada Solo 2010.
Ayah Jan Ethes ini tidak mempersoalkan mendapatkan nomor berapapun pada Pilkada Solo 2020.
Bahkan, untuk nomor satu ini dirinya tidak memiliki arti khusus.
Menurut dia, nomor satu maupun nomor dua sama baiknya.
"Alhamdulillah hari ini pengundian nomor urut berjalan dengan lancar," kata dia, Kamis (24/9/2020).
"Saya dan Pak Teguh mendapatkan nomor 1, tapi nomor 1 sama nomor 2 sama baiknya," kata dia.
Dia menjelaskan, paling penting bagi dirinya dan Teguh saat ini adalah mentaati protokol kesehatan.
"Penting adalah kesehatan warga," jelas dia.
Mereka menjelaskan, waktu datang juga hanya menggunakan satu mobil bertiga, yakni dirinya, Teguh dan YF Sukasno selaku LO.
Dia mengatakan, bakal memfokuskan semua kegiatan secara online seperti blusukan online, konser online dan lain sebagainya.
"Nanti akan diperketat lagi, untuk kegiatan online," papar dia.
Bantahan Gibran terlibat kasus korupsi bansos COVID-19
Calon wali kota Solo terpilih itu pun merespons kabar tak sedap tersebut dengan memberikan 4 pengakuan.
Berikut 4 pengakuan Gibran tak terlibat proyek korupsi Bansos COVID-19 yang disadur SURYA.co.id dari TribunSolo.com.
Sekadar diketahui, mencuatnya kabar Gibran memberi rekomendasi proyek goodie bag ke PT Sritex berawal dari pemberitaan sebuah media nasional.
Kabar tersebut pun dibantah oleh Gibran ketika diwawancarai oleh reporter TribunSolo soal dugaan keterlibatan dengan PT Sri Rejeki Isman Textile Tbk atau PT Sritex.
"Enggak pernah seperti itu, itu berita yang tidak benar," kata Gibran dalam keterangan video yang diterima Tribunnews.com (grup SURYA.co.id), Senin (21/12/2020).
Adapun untuk menegaskan tidak terlibat proyek korupsi Bantuan Bansos COVID-19, pertama Gibran mempersilakan para pihak yang tidak percaya menelusurinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun PT Sritex.
"Ya nanti silakan aja dikroscek ke KPK, kroscek ke Sritex, kayaknya pihak Sritex juga sudah mengeluarkan statement," katanya.
Kedua, Gibran menyinggung proyek besar yang nilainya triliunan.
Ia menegaskan, tidak seperti itu, meski tahu ada proyek besar nilainya triliunan.
"Kalau mau korupsi ya kenapa korupsinya baru sekarang, enggak dulu-dulu, saya enggak pernah seperti itu," imbuh Gibran.
Andaikata membutuhkan proyek, Gibran menyebut lebih baik menggarap proyek yang nilainya jauh lebih besar.
"Kalau pingin proyek, ya proyek yang lebih gede, PLN, Pertamina, jalan tol, itu nilainya triliunan," sebut Gibran.
Ketiga, Gibran mempersilakan masyarakat untuk mengecek harta kekayaannya di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
"Bisa dicek sendiri, bisa dicek semua, LHKPN, dana kampanye, semuanya bisa dicek online," tuturnya.
Keempat, Gibran mengaku tidak pernah bertemu dengan eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara yang kini menjadi tersangak bansos COVID-19.
Kendati demikian, Gibran mengaku kenal.
"Kenal sih kenal, tapi belum pernah ketemu sekalipun," ucapnya.
Untuk menyelesaikan berita yang menyudutkan dirinya, Gibran mengakui belum berkomunikasi dengan Presiden Jokowi.
Katanya, ia bisa mengurusnya sendiri.
"Ya nanti malam aja. Urusan-urusan kayak gini saya selesaikan sendiri," kata Gibran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gibran-rakabuming-daftar-bacawali-solo.jpg)