Breaking News:

Berita Lifestyle

Mata Lelah Bisa Jadi Faktor Mata Panda, Ini Pengobatan Sederhana yang Bisa Dilakukan

Mata panda terjadi karena membesarnya pembuluh darah yang ada di area mata. Selain itu juga karena produksi melanin yang berlebih

SURYA.CO.ID/Sugiharto
Dokter kecantikan Estine Aesthetic Clinic, dr Christopher MKes AAAM AIFO-K saat melakukan perawatan di sekitar area mata pasien di kliniknya yang berada di kawasan Mulyosari, Jumat (18/12/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bagi sebagian orang, lingkar hitam pada area mata atau yang lebih dikenal dengan mata panda merupakan masalah serius.

Pasalnya, kondisi ini membuat penampilan menjadi tidak segar. Lantas, apa saja faktor yang mendorong terjadinya mata panda?

Dokter kecantikan Estine Aesthetic Clinic, dr Christopher MKes AAAM AIFO-K mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan mata panda yakni kelelahan.

"Salah satu faktornya yakni mata capek. Kalau kecapekan, area sekitar mata bisa menghitam. Oleh karena itu butuh istirahat setidaknya delapan jam per hari," katanya kepada SURYA.CO.ID, Jumat (18/12/2020).

Mata panda terjadi karena membesarnya pembuluh darah yang ada di area mata. Selain itu juga karena produksi melanin yang berlebih sehingga kulit menjadi lebih gelap.

"Untuk menyamarkannya, bisa menggunakan krim mata yang mengandung kafein karena dapat mengecilkan pembuluh darah. Dengan demikian, otomatis lingkar hitam mata bisa tersamarkan," ungkap Christopher.

Krim mata yang digunakan harus khusus untuk mata. Hal ini karena kulit pada area mata lebih tipis sehingga akan iritasi jika dioleskan krim wajah.

Namun apabila perawatan krim mata kurang optimal, maka ia menyarankan untuk melakukan treatment di klinik.

"Bisa dengan memasukkan serum menggunakan alat khusus seperti ultrasound. Kemudian baru dikompres dengan vitamin dan dikasih masker agar mata bisa menjadi lebih rileks," terangnya.

Proses ini dapat mengecilkan pembuluh darah. Jika mata panda hilang, maka akan membuat wajah terlihat lebih fresh.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved