Pilkada Surabaya 2020

Respons PDIP Surabaya terkait Machfud Arifin akan Gugat Hasil Pilkada Surabaya 2020 ke MK

PDI Perjuangan, pengusung Eri Cahyadi-Armuji, menyarankan kubu paslon Machfud Arifin - Mujiaman bersikap ikhlas.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Parmin
surya.co.id/bobby kolloway
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono 

SURYA.co.id | SURABAYA - PDI Perjuangan sebagai pengusung Eri Cahyadi-Armuji menyarankan kubu pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) bersikap ikhlas.

Menyikapi hasil pilkada yang selisihnya terlampau jauh dinilai tak perlu dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini disampaikan PDI Perjuangan menyikapi rencana Maju menggugat hasil pilkada Surabaya ke MK.

"Hasil Pilkada Surabaya terdapat selisih suara yang amat jauh, sebanyak 145 ribu lebih, dimana paslon Eri Cahyadi-Armudji mengungguli Machfud Arifin-Mujiman," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono, Kamis (17/12/2020).

Memang, berdasarkan hasil rekapitulasi suara yang selesai, Kamis (17/12/2020), selisih suara kedua paslon mencapai 145.746 suara (13,89 persen).

Rinciannya, ErJi unggul dengan 597.540 suara (56,94 persen) dan Maju mendapat 451.794 suara. (43,05 persen).

Menurut Adi, besarnya selisih tersebut karena rakyat Surabaya yang berdaulat menghendaki Eri Cahyadi-Armudji.

"Sekaligus, rakyat menghendaki seluruh karya kebaikan Bu Risma dijaga dan dikembangkan. Itulah fakta demokrasi setelah 9 Desember 2020," lanjut Adi.

Oleh karananya, Adi menyarankan pasangan Maju bisa menerima hasil tersebut.

"Kalau saran kami sih, sebaiknya legawa saja, kita terima “sabda” rakyat seluruh Surabaya pada 9 Desember 2020 lalu," kata Adi.

"Rakyat adalah tuan dalam proses demokrasi ini. Dan, suara rakyat adalah suara Tuhan, vox populi vox Dei," kata pria yang juga Ketua DPRD Surabaya ini.

Pun, apabila Maju tetap membawa hasil pilkada ke MK, PDI P tak mempersalahkan.

"Adalah hak dari masing-masing pihak untuk menempuh jalur hukum terkait hasil rekapitulasi Pilkada Surabaya," katanya.

Ia juga menanggapi tudingan Maju yang menyebut pelanggaran secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dilakukan pihaknya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved